Sudah Lima Kali Gempa Susulan Terjadi di Padangsidimpuan

Kondisi rumah warga Padangsidimpuan akibat gempa.
foto : ist

Kondisi rumah warga Padangsidimpuan akibat gempa. foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Setelah dilanda gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala Ritcher (SR) pada Jumat (14/07/2017) pagi sekira pukul 08.25 WIB, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, kembali dilanda gempa susulan.

Gempa bumi susulan terjadi sebanyak 5 kali dengan kekuatan di bawah 5 SR.

“Hingga pukul 17.30 WIB telah terjadi lima kali gempa bumi susulan,” ujar Kepala BBMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan melalui Kepala Bidang Data dan Informasi Syahnan via WhatsApp.

Dia menyebutkan, berdasarkan informasi yang ada gempa susulan terjadi pada pukul 09.30 WIB dengan skala 3,9 SR. Pada waktu ini terjadi 2 kali kejadian, dengan pusat gempa berada di darat arah 12 km barat laut Padangsidimpuan.

“Hingga pukul 09.30 WIB, hasil monitoring telah menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 2 kejadian,” sebut Syahnan.

Selanjutnya, sambung dia, gempa susulan berikutnya terjadi pada pukul 17.13 WIB. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa susulan kedua ini berkekuatan 4,6 SR.

“Posisi episenter pada koordinat 1,41 LU dan 99,26 BT, tepatnya di darat pada jarak 6 km arah Baratlaut dari Padangsidempuan, dengan kedalaman 10 km,” bebernya.

Menurut dia, dari hasil observasi gempa bumi ini berada pada zona Sesar Sumatera pada Segmen Angkola. Karakteristik sinyal gempa bumi ini menunjukkan gempa tektonik.

“Dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa tektonik dangkal pada lapisan kerak bumi. Mekanisme sumber gempa bumi diperkirakan strike slip sesuai mekanisme dari sistem Sesar Sumatera,” jelas Syahnan.

Dia menambahkan, kepada masyarakat di sekitar wilayah Kota Padangsidimpuan dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertangjungjawab.

“Masyarakat juga dihimbau untuk mengikuti arahan pemerintah daerah melalui BPBD dan mengikuti perkembangan informasi gempa bumi susulan dari BMKG. Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai barat Sumatera Utara dan sekitarnya, dihimbau agar tidak terpancing isu mengingat gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” imbunya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds