Berdarah Dingin! Bukannya Menyesal, Kakak Ini Puas Kinerja Pembunuh Bayaran yang Disewanya

Nurhasanah saat diboyong ke Mapolres Asahan.
foto : Metro Asahan/JPG

Nurhasanah saat diboyong ke Mapolres Asahan. foto : Metro Asahan/JPG

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Nurhasanah boru Siregar masih terbilang muda. Usianya masih 23 tahun. Namun, dia benar-benar layaknya pembunuh berdarah dingin. Dialah otak tewasnya Klara boru Siallagan (56) dan Nursiah boru Sirait (54), Selasa (11/7/2017) lalu.

Setelah proses penyelidikan, terungkap berbekal uang Rp5 juta dia menyusun rencana untuk menghabisi nyawa Klara Sialagan dan Nursi Sirait. Bahkan Nurhasana mengaku puas dengan kinerja orang bayaran yang disewanya untuk membunuh kedua korban.

Nurhasanah yang tinggal di Dusun III, Desa Lobu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan, kepada wartawan mengaku tidak takut dengan ancaman hukuman yang akan dijalaninya.

“Saya puas keduanya mati dan saya puas dengan kerja orang yang saya bayar. Saya tak takut dengan ancaman hukuman yang akan saya terima. Saya lah yang menyuruh pembunuh bayaran itu. Terus terang saya sakit hati kepada keduanya (korban),” ujarnya santai saat di ruang piket serse Mapolres Asahan.

Motif sakit hati itu, dituturkan Nurhasanah, bermula saat korban Klara Sialagan selalu mempertanyakan uang yang diserahkan kepadanya. Duit Klara Sialagan, aku Nurhasanah, memang diserahkan kepadanya untuk diputar.

“Sebagian uang itu saya putar dan sebagian lagi saya habiskan dengan pacar saya,” ucapnya.

Memang, kata Nurhasanah, selama ini Klara Sialagan yang seharinya sebagai PNS tersebut memiliki usaha rentenir. Beberapa waktu lalu korban Klara Sialagan memang ada mempertanyakan catatan transaksi pinjaman pelanggan itu, namun sebagian ada kukasih dan yang lain saya buat nama-nama palsu. Nah, rupanya Klara Sialagan marah dan itu membuat Nurhasanah sakit hati.

“Antara saya dengan kedua korban tersebut masih ada kaitan saudara, karena saya sakit hati saya ada cerita sama pacar saya yang bernama Nardi Pasaribu. Selanjutnya atas saran pacar saya, saya juga meminta bantuan kepada Rudi Purba dan Buchori, keduanya sanggup untuk menyelesaikan namun dengan imbalan,” tuturnya.

Harga untuk menyewa para pembunuh Rp5 juta, namun Nurhasanah baru membayarnya Rp1 juta.

“Jadi, kalau semuanya sudah selesai baru saya lunasi Rp 4 juta lagi sebagai imbalan aksi pembunuhan itu,” tukasnya.



loading...

Feeds