Jleb! Pemerintah Blokir Telegram, Begini Sindiran Fadli Zon

Telegram 
foto : Reuters

Telegram foto : Reuters

POJOKSUMUT.com, KEBIJAKAN pemerintah memblokir aplikasi chatting Telegram mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Menurut Fadli, pemerintah memiliki kelemahan tidak dapat membaca keadaan masyarakat. Dia lantas menyebut hal itu sebagai rezim paranoid.

“Diagnosa salah, kasih obat salah. Yang perlu diurus, tidak diurus, yang tidak perlu diurus, malah diurus. Ini ketidakmampuan mengelola negara,” sindir Fadli, Sabtu (15/7/2017) seperti dilansir JawaPos.com (grup pojoksumut).

Fadli lantas menyentil keputusan pemerintah yang memblokir Telegram dengan alasan membahayakan keamanan negara dan beberapa digunakan untuk kegiatan teroris. Dengan nada sarkas Fadli pun menyarankan agar pemerintah melarang produksi panci karena kerap kali digunakan teroris.

“Telegram dihapus karena pernah dipakai teroris. Menurut saya kalau begitu panci juga dilarang, dong. Logikanya ini sangat menyedihkan. Ini kemunduran dalam kualitas demokrasi,” sindirnya.

Sementara itu, kabar Telegram yang diblokir pemerintah Indonesia mengingatkan satu hal bahwa aplikasi asal Rusia ini sudah dikenal bikin pusing pemerintah di berbagai negara.

Telegram diciptakan oleh kakak beradik Pavel Durov dan Nikolai Durov diluncurkan pada 2013 silam. Pavel berperan mendanai dan mengurus infrastruktur, sementara Nikolai menciptakan protokol dasar layanan.

Durov bersaudara merancang Telegram sebagai layanan terbuka yang bisa digunakan di perangkat Android, iOS, Windows, maupun Ubuntu. Telegram juga bisa diakses melalui versi situs web.

Salah satu ‘jualan’ utama Telegram adalah fitur keamanan yang rapat. Hal ini menjadikannya salah satu layanan pesan instan terenkripsi yang membungkus konten percakapan agar tak bisa diintip– termasuk oleh perusahaan pembesut.

Ketimbang WhatsApp atau Line lebih populer di Indonesia, Telegram tergolong sebagai yang pertama memakai enkripsi. Di samping enkripsi mereka juga beberapa fitur seperti ‘secret chat’ dan ‘destruct’ yang bisa menghapus isi pesan menggunakan timer.

Namun fitur keamanan itu pula yang menyebabkan Telegram sering bikin repot pemerintah. Rusia misalnya, beberapa kali tercatat berupaya memblokir layanan tersebut.

Salah satu upaya pemerintah terlihat ketika insiden pengeboman di St. Petersburg. Mereka menemukan bukti bahwa Telegram jadi alat komunikasi pelaku pengeboman.

“Mereka menyediakan medium percakapan rahasia dengan enkripsi tingkat tinggi yang berisi informasi bagi anggota organisasi teroris internasional di wilaya Rusia menggunakan Telegram,” ujar otoritas Rusia dalam pernyataan seperti dimuat di Newsweek, Selasa(27/6).

Sejumlah serangan teroris di Prancis juga membuat pemerintahnya memaksa meminta penyedia aplikasi semacam Telegram membuka pintu keamanannya.

Di Timur Tengah, Telegram merupakan aplikasi favorit bagi banyak orang. ISIS sudah lama diketahui memanfaatkan Telegram sebagai jaringan komunikasi.



loading...

Feeds

Rambut Baru Mel B Panen Kritikan

Model rambut Mel B ini terlihat hanya sesaat setelah hakim memutuskan menolak permintaannya dalam kasus dengan suaminya Stephen Belafonte.