Ingin Medan Bebas Macet? Ini Saran Pengamat Transportasi USU

ilustrasi macet
foto : pixabay

ilustrasi macet foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kemacetan arus lalu lintas di Kota Medan semakin haari semakin parah. Banyak faktor yang menyebabkan kemacetan di Medan terjadi, mulai dari jumlah kendaraan yang semakin meningkat, ruas jalan tidak bertambah hingga kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Pengamat transportasi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medis Surbakti mengungkapkan, kemacetan merupakan persoalan klasik dan sejak dari dulu. Persoalan lalu lintas di kota diibaratkan seperti arus air. Artinya, kalau alirannya terhambat maka tidak akan berjalan normal.

“Kota-kota yang baik itu arus lalu lintasnya merencanakan sistem angkutan massalnya. Seperti bus-bus yang mengangkut orang dalam jumlah banyak seperti Light Rapid Transit (LRT). Kalau di Jakarta itu sudah ada Mass Rapid Transit (MRT),” ungkap Medis saat dihubungi via ponselnya akhir pekan ini.

Menurutnya, dalam menggerakkan penduduk di suatu kota itu tidak bisa setiap orang bergerak menggunakan kendaraannya sendiri. Sebab, ketika itu terjadi maka penumpukan kendaraan pada arus lalu lintas. Oleh karenanya, harus ada angkutan massal yang mengangkut orang dalam jumlah besar.

Diutarakan dia, sistem angkutan massal ini memang sudah direncanakan oleh Pemko Medan. Salah satunya yang telah terwujud adalah Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mebidang, yang telah beroperasi pada November 2015 lalu.

Namun demikian, dalam realisasinya ternyata dari sembilan koridor yang direncanakan hanya dua koridor. Yaitu, yang menuju Binjai dan Deliserdang.

“Selain sistem angkutan massal yang harus diterapkan, penataan terhadap kendaraan dalam menggunakan jalan juga harus diatur. Misalnya, kalau di luar negeri bus besar hanya diperbolehkan melintas di jalan yang mana. Begitu juga kendaraan lainnya seperti angkutan kota (angkot), becak, dan sebagainya,” sebut Ketua Departemen Teknik Sipil USU ini.



loading...

Feeds

3.457 Mahasiswa USU Diwisuda

"Dari 3.457 orang lulusan USU tersebut ini terdiri dari 1.248 orang pria (36,10%) dan 2.209 orang wanita (63,90%)," sebut Runtung.