Tiga Napi Gila Pernah Huni Rutan Tanjunggusta

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Secara hukum orang mengalami gangguan jiwa tidak bisa dipidanakan dan otomatis gugur dari jerat hukum. Hal itu diatur dalam ‎Pasal 44 KUHPidana.‎

Namun, itu tidak berlaku kepada tiga orang wargabinaan yang menghuni Rutan Tanjunggusta Medan.

Mereka yang mengalami gangguan kejiwaan pernah menghuni Rutan Klas IA dan harus tetap menjalani hukuman.

“Orang Gila di Rumah Sakit Jiwa, bukan ditempatkan di Rutan,” ungkap Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjunggusta Medan, Nimrot‎ Sihotang kepada wartawan, Senin (17/7/2017).

Meski demikian, kata Nimrot pihaknya tidak bisa menolak bila ada tahanan atau titipan dari jaksa maupun polisi yang diantar ke Rutan Tanjunggusta Medan mengalami gangguan jiwa.

“Untuk di Rutan Tanjunggusta Medan, ketahuan memiliki Napi mengalami gangguan kejiwaan adalah napi bernama Budi Santoso alias Budi Bewok. Dia merupakan terdakwa kasus narkoba yang tengah menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan,” sebutnya.

Budi Bewok diamankan oleh petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, 3 Maret 2017. Dia diciduk tidak jauh dari rumahnya di Jalan Perwira I Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara.

‎Kemudian, pada 4 Mei 2017, Budi Bewok diserahkan pihak kepolisian ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan selanjutnya ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Untuk saat kita punya warga binaan Budi Bewok. Sebelumnya, ada dua wargabinaan kita yang sama, yang juga mengalami gangguan kejiwaan,” sambung Nimrot.

Dia menyebutkan, dua napi yang pernah menghuni Rutan Tanjung Gusta Medan yang mengalami gangguan kejiwaan, yakni napi sedang menjalani hukuman dan kasus pencurian kenderaan bermotor (Ranmor).

‎Kedua wargabinaan itu adalah Zaelani dan Budiman Matondang. Keduanya, kasus pencurian kenderaan motor.

“Dalam keadaan jiwa terganggu alias gila keduanya itu, harus menjalani hukuman hingga akhir massa hukuman mereka. Kalau Zaelani mengalami gangguan jiwa satu tahun setelah menjalani hukuman. Sebelum ramadan tahun ini sudah keluar dan bebas. Begitu juga dengan Budiman,” cetusnya.



loading...

Feeds

Bulan Depan, Sheza Idris Naik Pelaminan

Rencananya, pernikahan bakal mereka gelar pada hari Minggu,13 Agustus 2017. Sedangkan, proses akad nikah digelar sehari sebelumnya, yakni Sabtu,12 Agustus …