Jeremy Thomas Keberatan Putranya Dites Urine, Ini Sebabnya…

Jeremy Thomas memberikan keterangan terkait kasus yang menimpa putranya.
foto : Indopos/JPG

Jeremy Thomas memberikan keterangan terkait kasus yang menimpa putranya. foto : Indopos/JPG

POJOKSUMUT.com, KASUS kekerasan yang dialami Axel Matthew Thomas oleh sekelompok oknum kepolisian terus berlanjut.

Jeremy Thomas, ayah Axel mengatakan tak masuk akal alasan polisi menciduk anaknya dan melakukan kekerasan hanya dengan bukti transferan yang diduga narkotika jenis Happy Five senilai Rp 1,5 juta.

Selama ini, putra pertamanya memang kerap melakukan transaks. Namun, bukan narkotika. ”Barang bukti boleh saja. Tapi anak saya memang sering melakukam transaksi online untuk beli sepatu, baju atau celana,” ujar Jeremy Thomas di Polda Metro Jaya, Senin (17/5/2017).

Pada saat kejadian, Jeremy mnegatakan putranya memang ingin berbelanja online. ”Yang saya tahu pada saat hari kejadian anak saya memang ingin membeli supreme (brand baju),” katanya.

Sayagnya, ketika ingin mengambil baju, dirinya diamankan petugas. ”Tapi yang terjadi anak saya diciduk,” paparnya.
Jikapun pihak kepolisian ingin melakukan tes urine kepada anaknya. Jeremy merasa keberatan. Sebab, dalam penyekapan. Putranya dipaksa mengkonsumsi minuman yang dirinya sendiri tak pernah tau keaslian minuman itu.

”Anak saya waktu disitu diberi minuman, dikasih makanan. Apa yang menjamin didalam itu tidak ada kandungan yang mencurigakan?.” Paparnya.

Sejatinya, lanjut dia, tes urine bisa dilakukan ketika petugas melakukan penangkapan.”Kalau mau tes urin kenapa tidak dilakukan pada saat itu, dan tes urin itu wajib didampingi pengacara. Kalau sekarang, anak saya sudah dikasih makan, dikasih minum, dipukulin. Sekarang kalau anda jadi saya, percaya tidak dengan keprofesionalitasan,” tegasnya.

”Logikanya saja, dia dipanggil, disekap, dipukulin. Tiba-tiba dia minta tes urin. Kenapa tidak dari kemarin, kenapa dia dilepaskan kalau yakin Axel tidak memiliki barang bukti,” sambung Jeremy yang mengaku anaknya disekap kurang lebih 3-4 jam. (ash/JPG/nin)



loading...

Feeds