Sudah Banyak Korban Tenggelam, Saatnya Danau Toba Punya Penjaga Pantai

Proses evakuasi para korban tenggelam di Danau Toba.
foto : Metro Siantar/JPG

Proses evakuasi para korban tenggelam di Danau Toba. foto : Metro Siantar/JPG

POJOKSUMUT.com, SIANTAR-Korban tenggelam di Danau Toba terus berjatuhan. Pemerintah dan pengelola daerah wisata pinggir Danau Toba dianggap tak memiliki upaya untuk melakukan pencegahan.

Terbaru, dua anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) asal Siantar, meninggal dengan kronologis yang hampir sama, terseret ombak ke bagian tengah danau. Upaya penyelamatan tidak berhasil, karena keterlambatan dan keterbatasan alat melakukan pencarian.

Anggota DPRD Sumatera Utara Richard Sidabutar kepada METROSIANTAR (Jawa Pos Group) mengatakan, kejadian tenggelam di Danau Toba harus mendapat perhatian serius dari seluruh stakeholder di Danau Toba termasuk pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, pengelola pantai dan pengunjung serta masyarakat sekitar Danau Toba.

Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata diminta untuk segera melakukan identifikasi pantai dan gelombang di setiap daerah, membuat peringatan sekaligus melakukan larangan untuk bermain di pantai yang memang berpotensi membahayakan.

“Masing-masing daerah pantai memiliki kekhasan, baik struktur pantai maupun kekuatan gelombang. Ini harus diindetifikasi serta disosialisasikan,” kata Richard.

Menurut Richard, keberadaan penjaga pantai di masing-masing daerah wisata sangat dibutuhkan. Soal nama tergantung daerah menyebutkan, namun fungsinya untuk melakukan pengawasan kegiatan wisatawan di pantai. Tentunya harus dilengkapi dengan peralatan menyelam yang memadai, sehingga jika terjadi kejadian tenggelam dapat segera dilakukan pertolongan.

“Danau Toba memang sudah di bawah pengelolaan pemerintah pusat, namun pemerintah kabupaten masih bisa melakukan hal-hal yang memastikan keamanan pengunjung, misalnya menyiapkan penjaga pantai,” kata Richard.



loading...

Feeds