Napi Lapas Tanjunggusta Kendalikan Peredaran Sabu di Medan, 1,85 Kg Disita

Wakapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kapolsek Medan Sunggal Kompol Daniel Marunduri menunjukkan barang bukti sabu 1,85 kg yang diamankan, Kamis (20/7). Kini, polisi memburu BCL yang disebut ikut terlibat. (ist)

Wakapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kapolsek Medan Sunggal Kompol Daniel Marunduri menunjukkan barang bukti sabu 1,85 kg yang diamankan, Kamis (20/7). Kini, polisi memburu BCL yang disebut ikut terlibat. (ist)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Untuk kesekian kalinya narapidana yang mendekam di sel Lapas Klas IA Tanjunggusta Medan mengendalikan peredaran narkoba.

Tak tanggung-tanggung, kali ini disita barang bukti sebanyak 1,85 kg sabu.

Terkuaknya bisnis barang haram ini setelah petugas Polsek Medan Sunggal menangkap ketiga orang sindikat. Satu dari ketiganya ternyata merupakan napi Lapas Tanjunggusta Medan.

‎Para pelaku yang merupakan jaringan narkoba antar provinsi ini adalah SY (37), warga Jalan Irian Barat, Sampali, Percut Sei Tua, Deli Serdang dan AN (30), warga Jalan Kuali, Sei Puting Tengah, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara. Sedangkan, seorang napi yang menghuni Lapas Tanjung Gusta Medan, berinsial RL alias U.

Pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat diterima pihak kepolisian setempat. Kemudian, Polsek Sunggal melakukan penyidikan‎. Alhasil, petugas mengamankan SY dan AN di depan sebuah minimarket di Jl Gaperta, Helvetia, Medan Helvetia, Medan, Sabtu malam, 15 Juli 2017.

“Kedua tersangka ini, perannya sebagai kurir dari tersangka yang di dalam Lapas Medan,” ungkap Wakapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja dalam keterangan pers di Mako Polsek Medan Sunggal, Kamis (20/7/2017) petang.

Dari tangan kedua tersangka polisi mengamankan sabu seberat 1,85 kilogram.

“Awalnya, dari kedua pelaku ditemukan barang bukti 3,5 ons sabu. Namun, saat menggeledah rumah SY ditemukanlah sabu 1,5 kg di sana,” jelas Tatan didampingi Kapolsek Medan Sunggal Kompol Daniel Marunduri.

Dari keterangan SY, polisi melakukan pengembangan terhadap pelaku berinisial AN. Keduanya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Aceh untuk diedarkan ke Medan. Menurut polisi atas perintah dari seorang napi, SL.

“Dari keterangan tersangka, ada keterkaitan dengan napi di Lapas Tanjung Gusta. Kami masih memeriksa napi itu karena yang bersangkutan tidak mengakui,” tutur perwira melati dua itu.



loading...

Feeds