Terkait Imbauan Larangan Transportasi Online, Seperti Ini Reaksi Warga Medan

Spanduk imbauan larangan beroperasi yang dipasang kepolisian untuk angkutan online di beberapa titik di Medan.
foto : Satlantasresta

Spanduk imbauan larangan beroperasi yang dipasang kepolisian untuk angkutan online di beberapa titik di Medan. foto : Satlantasresta

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Saat ini, pemerintah Kota Medan sudah mengeluarkan imbauan agar seluruh transportasi online untuk sementara tidak beroperasi hingga perizinan yang sesuai keluar.

Hal ini makin dipertegas lewat spanduk-spanduk yang dipasang di beberapa titik Kota Medan sejak beberapa hari lalu.

Namun, sejatinya hingga detik ini transportasi online masih berjalan, sambil menanti solusi terbaik yang akan ditawarkan baik pemerintah dan pengusaha pemilik aplikasi transportasi online.

Di Medan, seperti kota-kota lain di Indonesia, beberapa kali bentrokan terjadi. Mulai dari pengemudi angkot, tukang becak bermotor dengan driver transportasi online.

Lalu seperti apa tanggapan warga Medan sendiri tentang kisruh transportasi online dengan yang konvensial?

Solusi apa yang ditawarkan masyarakat agar persoalan ini tak terus menerus menjadi polemik?

Lewat Facebook POJOKSUMUT, netizen menyampaikan pandangannya. Mayoritas mengungkapkan pro dengan transportasi online, sebagai berikut;

Yang pertama datang dari pemilik akun bernama Asiando RF Sitanggang. Dia mengatakan fenomena taksi online tidak bisa dibendung. Lambat laun semakin besar permintaan pelanggan akan layanan berkualitas maka taksi online akan semakin menjamur.

Asiando RF Sitanggang

“Perkembangan teknologi tidak bisa dielakan, pemerintah harus berani menyikapi. Pelanggan adalah raja yang berhak memilih layanan yang diinginkan. Di lain pihak langkah ini lebih cenderung seperti ketakutan pemerintah terhadap pengusaha angkutan maupun bentuk gagap teknologi. Pemerintah harus memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Biarkan para pengusaha bersaing sehat,” bebernya.

Hal senada diungkapkan Fauzi Azi.

Fauzi Azi

“Taksi online sangat menguntungkan pemakai moda dengan harga tanpa menawar dan tepat waktu penjemputan. Jika dihapus, maka kita mundur selangkah untuk kemajuan transportasi,” tegasnya.

Ramadhan memaparkan bahwa sekarang merupakan zaman yang membutuhkan kepraktisan di segala lini kehidupan, termasuk juga pengguna transportasi. Memanfaatkan teknologi sudah menjadi keharusan di zaman millenial ini begitu juga akan berdampak negatif dan positif.

Ismuhar Ramadhan

 

“Pengaruh teknologi tsb akan berdampak negatif dengan perusahaan yang dulu pernah jaya dan besar sebut saja taxi non online blue bird, karsa dll “belakangan sempat ada konflik dengan taxi online”, perusahaan ini pasti memiliki jaringan bisnis dengan pembuat kebijakan daerah hasilnya taxi online harus mangkir karena tidak ada pendekatan jaringan bisnis yg kuat.. Kalau menurut saya pendekatan kebijakan politik tsb akan mempengaruhi kestabilan keamanan daerah karena pihak yang lain akan menuntut keadilan.. Arus kemajuan teknologi tidak bisa dilawan namun harus ada penyesuaian melalui kebijaksanaan pemerintah,” tulisnya.



loading...

Feeds