Geger! Mayat Pria Diduga Korban Pembunuhan Mengapung di Sungai Deli

Polisi memeriksa mayat yang ditemukan di pinggir Sungai Deli.
foto : fir/pojoksumut

Polisi memeriksa mayat yang ditemukan di pinggir Sungai Deli. foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com MEDAN-Warga Jalan Badur Gang Buntu Lingkungan 10 Kel Hamdan Kecamatan Medan Maimun, yang tinggal di kawasan bantaran Sungai Deli mendadak heboh, Senin (23/7/2017) siang.

Pasalnya, sesosok mayat pria yang diduga korban pembunuhan ditemukan tewas mengapung di sungai tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad korban ditemukan warga sekira sekira pukul 11.00 WIB. Kondisi korban mengalami luka robek di bagian kepala. Dia menggunakan kaos singlet warna hijau dan celana ponggol hitam.

Beberapa warga kemudian langsung memberitahu kepada kepala lingkungan setempat, dan selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian.

Polisi yang mendapat kabar lalu bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di sana, ternyata benar petugas dari Polsek Medan Kota mendapati mayat tersebut mengambang.

Tanpa membuang waktu, polisi lalu mengevakuasi jasad korban ke pinggir sungai. Setelah itu, berupaya mengidentifikasi dengan mengambil keterangan sejumlah warga.

Hasilnya, mayat pria tersebut diketahui bernama Taufik yang berusia sekira 42 tahun. Korban merupakan warga Jalan Mangkubumi Kel Hamdan Kec Medan Kota.

Usai diketahui identitasnya, polisi lalu memanggil keluarga korban. Tak berapa lama, Bibi korban bernama Asli Wati datang ke tempat kejadian perkara.

Menurut Asniwati (62), sebelum ditemukan tewas keponakannya dikabarkan dikejar-kejar oleh polisi, Minggu (22/7/2017) malam. Sebab, korban mengendarai becak motor dijalanan secara ugal-ugalan.

“Dia (korban) itu keponakan saya, anak dari kakak. Jadi, pas dikejar (polisi) dia lari ke arah Jalan Badur Gang Buntu. Kata warga, sempat ditembak (peringatan). Itulah, karena ketakutan dia nekat lompat ke Sungai Deli,” ujar Asniwati saat diwawancarai.

Disebutkannya, korban yang merupakan keponakannya sendiri itu memiliki gangguan kejiwaan. Karena, sehari sebelumnya sempat datang ke rumah dan berbicara namun ngelantur.

“Memang dia itu kabarnya penyakit jiwa. Pas datang ke rumah saya bawa-bawa parang dan ngomongnya enggak nyambung. Itulah, becak motor yang dibawanya itu punya orang lain diambilnya,” tutur Asniwati.

Sementara, pihak Polsek Medan Kota yang ditemui di lokasi belum mau memberikan keterangan.

Meski sudah ada keterangan dari pihak keluarga, namun polisi akan terus mencari penyebab  pasti kematian korban.

(fir/pojoksumut)



loading...

Feeds