Mantan Office Boy Jadi Lulusan Terbaik Taruna TNI AL

Presiden Jokowi menyalami Taruna terbaik TNI AL

Presiden Jokowi menyalami Taruna terbaik TNI AL

 

POJOKSUMUT.com, Begitu Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla meninggalkan mimbar kehormatan, sebanyak 94 taruna-taruni berpakaian Akademi Angkatan Laut (AAL) langsung beraksi, kemarin (25/7).

Dengan satu komando, mereka serentak berkumpul lalu bersama-sama melempar topi ke udara. Untuk kali pertama setelah 14 tahun, upacara kelulusan taruna-taruni Akpol dan Akademi TNI kembali dilaksanakan di halaman Istana Merdeka.

Kali terakhir upacara yang lazim disebut Prasetya Perwira (Praspa) itu digelar pada 2003 di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Setelah itu, selama 14 tahun terakhir, Praspa dilaksanakan bergiliran di masing-masing akademi dengan presiden sebagai inspektur upacara.

Sesuai tradisi, Presiden kemarin juga mengukuhkan empat orang peraih Adhi Makayasa alias lulusan terbaik di masing-masing matra.

Mereka adalah Letda Wiraswanrill Sagara asal Dairi, Sumut (TNI AD); Letda Samsul Huda asal Lamongan, Jatim (TNI AL); Letda Bernardinus Yoga Kristian asal Bantul, DIJ (TNI AU), dan Ipda Ade Hertiawan Yuliansyah asal Ketapang, Kalbar (Polri).

Samsul mengaku bersyukur atas capaiannya itu. Sebab, perjuangannya tidak bisa dibilang mudah untuk menjadi taruna. Samsul lulus dari SMAN 1 Babat, Lamongan, pada 2011.

Dia ingin langsung mendaftar sebagai calon taruna. Namun, usianya yang kala itu masih 17 tahun belum memenuhi syarat untuk bisa mendaftar sebagai calon taruna.

Dia menjajal peruntungannya setahun kemudian, dan gagal saat tes kesehatan. Kegagalan itu tidak membuatnya menyerah, dan langsung muncul keinginan untuk ikut seleksi lagi tahun berikutnya.

Selama masa menunggu setahun, dia tidak ingin menganggur. Jadilah dia merantau ke Jakarta demi membantu perekonomian keluarga. Slamet, sang ayah, adalah petani.

Rupanya, takdir membawanya ke markas besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur, meski tidak menjadi tentara.

’’Saya menjadi office boy, tenaga PHL (pekerja harian lepas) di Mabes AL,’’ lanjut pemuda kelahiran 29 April 1994 itu. Sepuluh bulan lamanya dia berada di lingkungan militer AL, melayani berbagai kebutuhan kerja para staf TNI AL.



loading...

Feeds