Pasutri Ini Minta Rp50 Juta, tapi Surat Tanah Tak Jelas

Kedua pasangan suami istri yang ditangkap karena melakukan penipuan dokumen tanah.
foto : ist for pojoksumut

Kedua pasangan suami istri yang ditangkap karena melakukan penipuan dokumen tanah. foto : ist for pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-KHS alias Dabul (44) warga Desa Sialang Muda Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, dan istrinya RAM (49) terpaksa harus berurusan dengan pihak Polsek Medan Sunggal.

Bagaimana tidak, keduanya terlibat kasus penipuan dan penggelapan penjualan tapak tanah tanpa dokumen kepada Rusman (54) warga Jalan Lestari No 32 Dusun XXI Desa Muliorejo Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Informasi yang diperoleh Rabu (26/7/2017), kejadian bermula ketika korban yang merupakan pensiunan PTPN II membeli tapak tanah di daerah Hamparan Perak kepada kedua pelaku.

Lantaran tanah itu disebut pelaku memiliki surat dari Camat, korban pun mau membelinya. Setelah bernegosiasi, kesepakatan pun dicapai dengan harga Rp50 juta. Namun, surat tanah diberikan beberapa hari kemudian.

Setelah beberapa hari ditunggu, korban pun meminta surat tanah tersebut kepada pelaku. Dikarenakan pelaku tak bisa memberikan surat tanah, korban meminta uangnya untuk dikembalikan.

Akan tetapi, pelaku menolak. Bahkan, pelaku malah mengorek tanah yang dijualnya itu kepada korban menjadi sebuah kolam.

Merasa telah ditipu, korban kemudian membuat pengaduan ke Polsek Medan Sunggal. Polisi yang mendapat laporan, selanjutnya melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya menangkap kedua pelaku.

“Kedua pelaku merupakan pasangan suami istri yang diamankan berkat adanya laporan korban,” ujar Kapolsek Medan Sunggal Kompol Daniel Marunduri melalui Kanit Reskrim Iptu Martua Manik.

Setelah berhasil diamankan dan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, kedua pelaku membuat permohonan agar tidak dilakukan penahanan. Setelah melalui pertimbangan, permohonan kedua pelaku pun dikabulkan untuk ditangguhkan.

Meski begitu, kasusnya tetap lanjut dan berkas perkara dikirim ke jaksa. Usai dinyatakan lengkap berkas perkaranya (P21), dilakukan pemanggilan terhadap pelaku untuk diserahkan ke jaksa.

Akan tetapi, pelaku tak memenuhi panggilan. Sehingga, polisi langsung mengeluarkan surat perintah membawa paksa untuk dilakukan penahanan karena tidak kooperatif.

Kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada tempat dan waktu berbeda. Selanjutnya diserahkan kepada pihak kejaksaan untuk proses persidangan.

“Pelaku kita jerat Pasal 378 subs 372 KUHPidana, dengan ancaman kurungan 4 tahun,” pungkasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds