Calon Jamaah Haji Indonesia Diimbau Waspadai Korela

ilustrasi.

ilustrasi.

POJOKSUMUT.com, PARA calon jamah haji Indonesia diimbau waspada. Pasalnya, salah satu negara di Timur Tengah, Yaman, tengah diserang wabah kolera.

Jumlah penderitanya begitu besar sehingga Yaman disebut sebagai negara dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) terbesar di dunia.

Sejak April 2017, jumlah kasus kematian penderita penyakit kolera di Yaman mencapai 1700 orang. Bahkan jumlah penderitanya mencapai 320 ribu, dengan rata-rata setiap hari ada 5 ribu kasus baru.

“Kejadiannya itu di Yaman, di situ outbreaknya besar sekali. Jumlah kasusnya itu membuat Yaman menjadi negara dengan KLB terbesar di dunia,” kata Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Jane Soepardi kepada JawaPos.com (grup pojoksumut.com), Rabu malam (26/7/2017).

Para calon jamaah haji yang akan berangkat beberapa bulan lagi tentu harus mewaspadai kejadian itu. Penularannya sangat cepat melalui air dan makanan. Tentunya para jamaah wajib menjaga kebersihan dan higienis apapun makanan dan minumannya nanti.

“Kolera ini sangat menular ya, dari bakteri ya, biasanya air dan makanan,” ungkap Jane.

Jane menjelaskan, penularan bisa terjadi meski jamaah Yaman seolah tidak mengidap gejala namun mereka membawa kuman kolera di dalam perutnya. Hal ini tetap bisa menularkan wabah Kolera. Cara penularannya melalui feses atau kotoran yang mencemari air atau udara.

“Kuman itu bisa saja dibawa orang yang tak ada gejalanya. Misalnya buang air bisa nular ke mana-mana. Jamaah haji wajib hati-hati,” kata Jane.

Cara paling mudah, kata Jane, semestinya para jemaah waspada terhadap jajanan atau kuliner di tempat ibadah haji untuk selektif memilih. Makanan dan minuman wajib higienis agar tak tertular kuman kolera.

“Untuk minum misalnya, biasanya air kemasan dong, maka kemungkinan tertular kecil. Tapi bagaimana jika jamaah haji di sana jajan? Minum es atau mencicipi kuliner di sana yang ternyata tertular itu bisa saja,” paparnya. (ika/JPC/nin)



loading...

Feeds