Harga Beras di Medan Masih Stabil

Petani bekerja di sawah padi
foto : pixabay

Petani bekerja di sawah padi foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Terkait kasus yang menimpa PT Indo Beras Unggul (IBU), yang diduga telah melakukan kecurangan dalam persaingan usaha dan memalsukan nilai gizi dari beras, tidak membawa pengaruh terhadap harga beras di Kota Medan.

Harga beras di sejumlah pasar tradisional dan distributor masih stabil.

Edi, salah seorang penjual beras di kawasan Pusat Pasar Medan mengatakan, harga beras kategori rendah dijual sekitar Rp9 ribuan per kg. Sedangkan yang menengah atau medium Rp10 ribuan per kg. Lalu, beras kategori atas atau premium harganya Rp11 ribuan.

“Harganya masih stabil, belum ada kenaikan. Untuk ketersediaan stoknya juga masih mencukupi,” ujarnya, Kamis (27/7).

Diutarakan dia, tidak ada potensi kecenderungan harga beras akan naik dalam waktu dekat ini. Meski begitu, bukan berarti juga harganya akan turun.

Tak jauh berbeda dikatakan distributor beras di kawasan Pasar Kwala Bekala Medan, Husni. Kata dia, harganya tidak mengalami gejolak.

“Beras Cap Topi (medium) harganya Rp103.000 per 10 kg. Untuk per 30 kg dijual Rp298.000. Sedangkan, Cap Regal AA (premium) dijual Rp112.000 per 10 kg,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin. Menurut dia, upaya hukum yang diambil terhadap PT IBU tak membawa pengaruh kepada harga maupun persediaan beras.

“Harga beras di Medan umumnya masih dipengaruhi oleh stok yang tersedia di wilayah ini. Ada hamparan sawah yang luas yang menjadi penyokongnya, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan harganya bergejolak ataupun stoknya kurang,” sebut Gunawan.

Akan tetapi, sambung dia, jika melihat perkembangan proses hukum yang diambil terhadap PT IBU pada dasarnya konsumen yang ada di Medan dan di Pulau Jawa memiliki persamaan dalam memilih beras. Masyarakat lebih cenderung memilih mereknya, karena tidak begitu memahami jenis beras yang dikemas dalam karung tersebut.

“Konsumen tidak memahami benar bagaimana bentuk jenis beras tersebut. Sebab, pada umumnya lebih percaya pada merek tertentu. Jadi, setelah petani menjual gabahnya ke kilang dan kilang mengemas beras dalam karung, nah disaat itulah masyarakat hanya percaya kepada merek ketimbang isi berasnya,” kata Gunawan.



loading...

Feeds

Ashanty dan Anang Kuda-kudaan

"Iya nih bunda ketakutan banget. Akhirnya tukaran kuda. Punyaku ditunggangi bunda, punya Azriel aku yang pakai. Seru banget sih berkuda," …

Taylor Swift Pensiun dari Medsos?

Pekan ini dia baru menjadi berita lagi setelah memenangkan kasus gugatan pelecehan seksual yang dilakukan David Mueller. Mari tunggu kejutan …