Meutya Hafid Khawatir Banyak Anak Muda Terkontaminasi Paham Radikal

POJOKSUMUT.com, MEDAN- Saat ini banyak sekali anak muda yang mendukung gerakan radikal.

Anak muda sangat rentan terkontaminasi paham-paham radikal yang bisa saja membuat mereka terprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengandung unsur kebencian, intoleran bahkan aksi terorisme.

Hal tersebut diampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar Meutya Hafid dalam Sosialisasi Pancasila, UUD 145, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, di SMK Multi Karya Medan pada Rabu (26/7).

Aksi teror dan bom bunuh diri di Indonesia dilakukan oleh anak muda usia 18 hingga 35 tahun. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus.

Penyerabaran paham radikal tentu bisa di dapat oleh seorang anak dari mana saja, bisa secara langsung ataupun tidak. Terlebih di era keterbukaan informasi saat ini, penyerbaran paham radikal bisa saja melalui media digital.

Meutya mejelasakan bahwa anak muda yang melakukan aksi teror adalah mereka yang rentan dalam sisi psikologis yang mengalami persoalan identitas. Adanya perasaan tidak bermanfaat (terbuang), rasa bersalah dan berdosa, hingga mereka menemukan pintu untuk bergabung dengan kelompok teroris.

“Anak muda yang berada pada situasi dimana ada perasaan melakukan kesalahan yang besar, merasa berdosa, tidak bermanfaat. Hal seperti ini yang coba dimanfaatkan penjaja ideologi radikal untuk mempengaruhi mereka melakukan aksi terorisme dengan harapan-harapan manis dibelakangnya,” Kata Meutya di hadapan 150 siswa yang hadir.

Salah satu cara untuk mencegah anak muda di Indonesia terhindar dari paham dan aksi radikalisme adalah dengan pengamalan nilai-nilai pancasila, mengajarkan tentang kebhinekaan, kesadaran terhadap keutuhan NKRI dan pemahaman tentang UUD 1945.

“kita mulai dari dari hal kecil dari diri kita sendiri, meningkatkan ketaatan kita kepada sang pencipta, sikap toleransi terhadap perbedaan, tanggung jawab, saling menghormati, bermusyawarah, menanamkan rasa cinta tanah air, dan lain sebagainya,” ujar Meutya sembari tersenyum.

Selanjutnya Meutya juga menyampaikan bahwa musuh lain bagi bangsa Indonesia saat ini adalah narkoba. Peredaran narkoba di Indonesia sudah pada tahap yang amat sangat menghawatirkan. Bahkan peredarannya masuk ke Indonesia dalam jumlah berton-ton.

“Narkoba bukan ingin menyerang si A atau si B secara khusus, tapi narkoba menyerang indonesia. Bangsa kita ingin dirusak, generasi muda kita ingin dihancurkan,” seru Meutya.

Diakhir acara Meutya berseru agar segala lapisan masyarakat, baik itu aparat penegak hukum, anggota DPRU, pemerintah, tenaga pendidik, orang tuantuk itu segala upaya yang ingin merusak dan memecah belah bangsa harus dilawan.

Segala komponen bangsa harus bersatu, jangan biarkan Indonesia kehilangan anak muda generasi emas Indonesia.

“Saya yakin negara kita akan baik baik saja selama kita tak pernah lelah memerangi apapun dan siapapun yang ingin merusak bangsa ini,” tutup Meutya, kemudian mengucap pamit.

(rel/pojoksumut/sdf)



loading...

Feeds

Ashanty dan Anang Kuda-kudaan

"Iya nih bunda ketakutan banget. Akhirnya tukaran kuda. Punyaku ditunggangi bunda, punya Azriel aku yang pakai. Seru banget sih berkuda," …

Taylor Swift Pensiun dari Medsos?

Pekan ini dia baru menjadi berita lagi setelah memenangkan kasus gugatan pelecehan seksual yang dilakukan David Mueller. Mari tunggu kejutan …