Banyak Militer Amerika Loyo di Ranjang? Ini Buktinya

Ilustrasi, pixabay

Ilustrasi, pixabay

 

POJOKSUMUT.com, Pentagon merilis laporan pengeluaran keuangan mereka. Dari berbagai daftar tersebut, ada satu yang jadi perhatian. Yaitu, pengeluaran luar biasa untuk pembelian obat medis gangguan difungsi ereksi.

Dilansir harian Military Times Angkanya mencapai USD 84 juta (setara Rp 1,1 triliun). Lantas mengapa Departemen Pertahanan Keamanan itu menghabiskan banyak uang untuk obat disfungsi ereksi tersebut?

Laporan Military Times itu berdasar angka Februari 2015 dari data 2014 dari Badan Kesehatan Pertahanan. Dari data itu terlihat kalau militer menghabiskan uang sebanyak USD 84,2 miliar pada 2014.

Tidak hanya itu, harian tersebut menulis kalau militer sudah menghabiskan dana sebesar USD 294 juta sejak 2011.

Dana itu untuk membeli Viagra, Cialis, dan pengobatan lain. Mereka membandingkan kalau pembelian tersebut setara dengan beberapa pesawat jet.

Pada 2014, dari 1,8 juta resep yang diarsipkan, sebagian besar berisi pengobatan Viagra. Memang, sebagian pengobatan gangguan ereksi itu digunakan oleh personel aktif.

Tetapi, sebagian besar dari obat medis tersebut untuk pihak lain. Seperti pensiunan militer dan anggota keluarga.

Tetapi tetapi, angka disfungsi ereksi di antara personel miilter yang aktif naik signifikan sejak Perang Iraq dan Afghanistan.

Pada 2014, Armed Forces Health Surveillance Branch (AFHSB) menemukan bahwa 100.248 kasus disfungsi ereksi dialami oleh anggota militer yang aktif. Hampir separo kasus itu dipicu oleh sebab psikologi.
(tia/BBC/JPC/sdf)



loading...

Feeds