Dua Kali Ditilang di Hari yang Sama, Ghozali Pane Kalut Lalu Bakar Motor di Jalan

Ghozali dan ayahnya bersama sepeda motor yang sudah terbakar di  Polres Kota Padangsidimpuan untuk diperiksa, Kamis (27/7/2017).
Foto : Oryza Pasaribu/Metro Tabagsel

Ghozali dan ayahnya bersama sepeda motor yang sudah terbakar di Polres Kota Padangsidimpuan untuk diperiksa, Kamis (27/7/2017). Foto : Oryza Pasaribu/Metro Tabagsel

POJOKSUMUT.com, SEORANG pemuda bernama Ghozali Pane (23), warga Sosa, Kabupaten Padanglawas (Palas), Sumatera Utara membuat geger warga.

Pasalnya, dia membakar sepeda motornya di tengah jalan. Alhasil, ia bersama orangtuanya dibawa ke Polres Kota Padangsidimpuan.

Menurut Kapolres Kota Padangsidimpuan, AKBP Andy Nurwandy SIK melalui Kasat Lantas AKP M Haris Sihite, kejadian itu berawal saat pihaknya melakukan operasi rutin di seputaran Jalan Sudirman dekat Tugu Salak Kota Padangsidimpuan, Kamis (27/7/2017) sekira pukul 11.00 WIB.

Saat itu, Ghozali Pane (23) bersama ayahnya Kasman Pane (56) datang dari desanya menuju Kota Padangsidimpuan. Karena tidak menggunakan helm dan sepeda motor tanpa plat, petugas memberikan teguran tanpa melakukan penindakan.

Kemudian, Ghozali dan ayahnya yang mengendarai Honda Revo BB 5677 KF kembali melakukan perjalanan.

Rupanya, keduanya kembali melintas saat petugas masih melakukan operasi. Melihat keduanya kembali, polisi menyetop lalu menilang Surat Izin Mengemudi (SIM). Entah bagaimana, Ghozali menjatuhkan kretanya kemudian membakarnya.

“Sempat ribut dengan petugas kita, tiba-tiba dia (Ghozali,red) menjatuhkan kretanya (sepeda motornya) kemudian membakarnya,” ujar Sihite.

Melihat api sudah membesar dan membakar sepeda motor korban, polisi dan warga sekitar berusaha memadamkannya. Namun, bagian tempat duduk dan belakang sudah sempat hangus terbakar.

“Warga dan petugas sempat heboh, apalagi api membesar dan mengganggu pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Meski berhasil dipadamkan, tapi bagian jok bangku dan belakang habis terbakar,” tukasnya dan selanjutnya membawa Ghozali dan ayahnya beserta kreta ke Mapolres Kota Padangsidimpuan.

“Keduanya kita serahkan ke Satreskrimn untuk diperiksa, dan tetap kita tilang,” lanjutnya.

Sementara itu, Ghozali yang dijumpai di Satreskrim Polres Kota Padangsidimpuan mengaku kalut dan takut karena petugas menilang SIM kendaraanya.

“Saya hanya kalut karena SIM kami ditilang polisi,” ujarnya bingung sambil menatap sepeda motornya yang sebagian sudah hangus. (yza/mt/jpg/nin)



loading...

Feeds