Bukti Ini Menguatkan Fakta Bahwa Bayi Itu Bukan Ajaib

Utje Ramadani (ketiga kiri), saat dijenguk tim kesehatan Pemkab Enrekang. Keluarga mulai terbuka, meski belum mengizinkan ibu bayi ajaib, Utje untuk diperiksa kesehatannya.
foto : Fajaronline/JPG

Utje Ramadani (ketiga kiri), saat dijenguk tim kesehatan Pemkab Enrekang. Keluarga mulai terbuka, meski belum mengizinkan ibu bayi ajaib, Utje untuk diperiksa kesehatannya. foto : Fajaronline/JPG

POJOKSUMUT.com, KASUS menghebohkan bayi yang ramai dibicarakan lahirkan dari rahim UR (19) di Dusun Penja, Desa Karueng tanpa proses kehamilan dan suami, masih menjadi pekerjaan berat bagi pihak kepolisia resor (Polres) Enrekang.

Hingga kini, siapa ayah dari bayi tersebut masih simpang-siur di kalangan masyarakat.

Pun demikian, fakta baru ternyata menunjukkan bayi tersebut tidak ajaib sebagaimana yang sempat viral di beberapa media sosial. Bayi yang berumur sebulan dengan berat kini mencapai 3,2 kilogram itu lahir melalui proses kehamilan ibunya.

Hal tersebut diperkuat dengan keterangan dari bidan Pustu Dusun Penja, Anna Fitriana. Ia mengakui, UR sebenarnya telah mengetahui dirinya mengandung bayi tersebut. Buktinya, beberapa bulan sebelum persalinan, UR kerap mengonsumsi obat penambah darah sebagaimana perempuan melahirkan pada umumnya.

“Dia pernah bilang masih punya sisa obat waktu saya tawarkan obat penambah darah. Artinya, sebelum melahirkan dia memang sudah konsumsi. Obat semacam itu memang biasanya dikonsumsi ibu-ibu hamil karena kekurangan darah,” ungkap Anna.

Sebelumnya, bukti-bukti medis juga dikantongi oleh pihak kepolisian dari Kepala Puskesmas Enrekang, Sri Siswati Zainal. Bukti medis itulah yang menjadi bekal pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut dengan menyeret para anggota keluarga untuk diperiksa di hadapan penyidik. Alhasil, pihak kepolisian menunggu hasil tes DNA. (mam/fo/jpg/nin)



loading...

Feeds