Orang Tua Emosi, Anaknya Muntah Darah, Dokter Jaga Malah Asyik Main HP

Korban kecelakaan yang sempat dirawat di RSUD Pandan.
foto : newtapanuli/JPG

Korban kecelakaan yang sempat dirawat di RSUD Pandan. foto : newtapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, TAPTENG-Pelayanan RSUD Pandan membuat kecewa orang tua pasien. Pasalnya, dokter jaga di rumah sakit itu asyik main handphone (HP) dan tak mau melihat kondisi pasien walau dia sudah mengatakan bahwa anaknya muntah darah.

“Nggak apa-apanya itu.” Demikianlah kalimat dokter tersebut walau sudah berulangkali ditemui orang tua pasien tersebut.
Informasi dihimpun New Tapanuli (Jawa Pos Group), pasien tersebut adalah korban tabrakan atas nama Samuel Butarbutar. Pada Rabu (26/7/2017) sekitra pukul 22.00 WIB, dia dibawa ke ICU RSUD Pandan.

Diketahui, satu jam sebelumnya, anak pasangan David Butarbutar-Bboru Sibuea ini mengendarai sepedamotor dari rumahnya di Jalan PLTA Sipan Sihaporas, Kelurahan Sibuluan, Tapteng, hendak menjemput kakaknya ke arah ke Sibolga.

Namun saat di depan STIE Al Wasliyah Jalan Padangsidempuan, dia berniat masuk ke kanan, namun dilihatnya di depan ada dua sepedamotor RX King sedang berlomba. Akhirnya dia mengurungkan niat ambil ke kanan, namun tiba-tiba saja dia sudah ditabrak sepedamotor dari belakang.

Melihat tabrakan tersebut, warga datang ke lokasi kejadian dan membawa Samuel ke RSUD Pandan sekitar pukul 22.00 WIB. Dan, tak lama, ayah Samuel tiba di IGD RSUD Pandan sekitar pukul 22.30 WIB.

“Ketika saya tiba di IGD, saya lihat darah terus mengucur dari telinga anak saya dan tentu saja saya sangat khawatir. Ditambah beberapa saat kemudian anak saya muntah-muntah, membuat kekhawatiran saya semakin besar,” jelas David Butarbutar, ayah samuel, Sabtu (29/7/2017).

Karena kekhawatiran tersebut, dia langsung memberitahu dokter jaga di ICU RSUD Pandan. Namun dia sangat kecewa karena setelah memberitahu bahwa anaknya muntah-muntah, dokter tersebut menjawab bahwa itu tidak apa-apa. Dokter itu bertanya lagi tentang warna muntah Samuel. Setelah dijawab berwarna coklat oleh David, dokter tersebut dengan enteng kembali berkata tidak apa-apa.

Ngggak apa-apa itu. Yang makan coklatnya dia itu,” kata David menirukan ucapan dokter pada dirinya saat, sementara sepengetahuannya, anaknya tidak ada makan coklat.

“Mendengar jawaban itu, tentu saja saya menjadi risih dan menepuk dada si dokter serta mengatakan bahwa seharusnya dia melihat dulu agar dapat menganalisa. Namun dia asyik saja main game. Dan, saking dongkolnya, saya keluar ke depan IGD. Saya sekitar 1 jam di sana. Namun karena saya resah, saya kembali masuk ke IGD dan kembali saya lihat anak saya muntah bercampur darah dan saya kasih tahu kembali kepada dokter jaga tersebut. Namun dia menjawab ‘itu tidak apa-apa’. Setelah itu, dia tetap main game,” jelas David.



loading...

Feeds