3.500 Taksi Online di Medan, Baru 30 Persen Memiliki Izin

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Angkutan berbasis online atau taksi online berstempel khusus telah diperbolehkan beroperasi di Kota Medan sekitar, Selasa (1/8/2017).

Namun, dari keseluruhan jumlah Angkutan Sewa Khusus (ASK) di Sumut sekira 3.500 unit kendaraan, ternyata baru 30 persen yang berizin untuk operasional.

“Sejauh ini total ASK di Sumut berjumlah sekitar 3.500 unit. Namun, baru 30 persen yang mengantongi izin resmi,” ujar Kepala Dishub Sumut Anthony Siahaan.

Ia menuturkan, ada lima perusahaan terdaftar yang telah mendapatkan izin untuk beroperasi menggunakan aplikasi. Selanjutnya, akan menyusul sedang dalam proses empat perusahaan lagi.

“Kepada pemilik mobil berbasis angkutan aplikasi yang belum berizin, segera mendaftarkan diri ke perusahaan. Atau, mendaftarkan perusahaannya ke Dinas Perhubungan dan Dinas Perizinan agar memiliki legalitas sebagai ASK,” sebut Anthony.

Ia menambahkan, kepada masyarakat diimbau agar tidak menggunakan jasa ASK yang ilegal.

“Sebelum menggunakan jasa ASK, masyarakat harus melihat kendaraan yang akan digunakan. Harus ada stiker di kaca depan atau belakang bagian kanan,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, keberadaan angkutan berbasis online ini akhirnya secara resmi dilegalkan beroperasi. Hal ini seiring dengan diberikannya izin operasional untuk mengangkut penumpang oleh Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub Sumut), kemarin (31/7/2017).

Pemberian izin tersebut dilakukan dengan penempelan stiker tanda khusus bertuliskan ‘Sumut’, terhadap taksi online pada kaca depan bagian kanan.

Dengan demikian, angkutan online tersebut diperbolehkan mengangkut penumpang. Untuk wilayah operasionalnya tak hanya di Medan, melainkan di Kab Deliserdang, Karo dan Kota Binjai. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds