Ibu Perekam dan Penyiksa Bayi Kandung Itu Resmi Tersangka

Mariana Dangu digelandang ke tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka penganiaya baby J, oleh penyidik Ditreskrimum Polda Bali kemarin. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Mariana Dangu digelandang ke tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka penganiaya baby J, oleh penyidik Ditreskrimum Polda Bali kemarin. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

POJOKSUMUT.com, IBU kandung kejam Mariana Dangu (30), yang tega menganiaya darah dagingnya sendiri, Baby J akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Bali.

Wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini langsung dijebloskan ke dalam tahanan Mapolda Bali. Kondisi kejiwaan pelaku yang sebelumnya disebut-sebut menderita bipolar disorder terbantahkan seratus persen.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombel Sang Made Mahendra Jaya menjelaskan, dalam pemeriksaan terhadap pelaku, penyidik sama sekali tidak melihat adanya kelainan kejiwaan yang diderita pelaku.

Seluruh pertanyaan penyidik dijawab dengan baik dan benar. Meski demikian, penyidik akan melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku dan bagaimanapun hasilnya, pelaku tetap akan ditahan untuk penyidikan lebih lanjut.

“Dari hasil investigasi sementara menunjukkan, pelaku sengaja menganiaya anaknya yang saat itu masih berusia delapan bulan. Aksi penganiayaan tersebut kemudian direkam. Hasil rekaman itu dikirim ke ayah biologis baby J dengan tujuan untuk mendapatkan sejumlah uang,” ungkapnya.

“Bagaimana mungkin seorang ibu kandung tega menganiaya seorang anak, darah dagingnya sendiri untuk mendapatkan sejumlah uang,” bebernya lagi.

Terhadap kasus ini, kata dia, polisi harus hadir dalam kapasitasnya sebagai wakil negara yang melakukan penegakan hukum sekaligus melindungi hak asasi seorang bayi.

Seorang bayi berhak mendapatkan kehidupan layak, termasuk dari ibu kandungnya sendiri dan bukannya menjadikan bayi sebagai alat untuk melakukan pemerasan terhadap orang lain sekalipun itu ayah kandungnya sendiri.

Polisi juga telah melakukan profiling terhadap tempat tinggal pelaku di Jalan Drupadi, Seminyak, Kuta. Di lokasi tersebut pelaku melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri pada Maret 2017 lalu.

Penyidik juga sudah bertanya kepada pemilik kos tentang kehidupan pelaku selama berada bersama suaminya dan juga sejumlah harta benda yang pernah dikasih suaminya.

Polisi ingin mengecek TKP sesuai dengan rekaman video yang sempat viral tentang kekerasan terhadap bayi tersebut.

Dari hasil olah TKP tersebut, polisi menyita beberapa barang bukti berupa ember, gayung, baju yang digunakan oleh korban dan pelaku, bantal guling bayi yang digunakan untuk memukul, copy surat-surat terkait hasil konseling dan rekam medis pemeriksaan kejiwaan tersangka.



loading...

Feeds