Ustad Felix Siauw Beberkan Perppu Quraisy Jahiliyyah, Benarkah Gambaran Indonesia Saat Ini?

Ustad Felix Siauw

Ustad Felix Siauw

POJOKSUMUT.com, USTAD muda Felix Siaw mengunggah followersnya di Instagram, Selasa (1/8/2017). Dia menuliskan tentang sejarah peradaban Islam dengan judul Perppu Quraisy Jahiliyyah.

Netizen menyebut, tulisan tersebut adalah gambaran yang terjadi saat ini di Tanah Air.

Begini tulisan lengkap Ustad Felix Siaaw;

Pada tahun ke-10 setelah Nabi diutus, kaum kafir Quraisy sudah putus asa akan usaha mereka memadamkan cahaya agama Allah, semua cara sudah mereka coba lakukan. Mulai dari propaganda, fitnah, monsterisasi dan stigmatisasi, sampai pada deraan fisik dan siksaan bagi pemeluk Islam, yang lebih sadis daripada yang pernah ada

Quraisy jahil pun pernah tawarkan opsi tengah, agar Muslim menyembah sesembahan Quraisy setahun, lalu Quraisy menyembah Allah selama setahun, ini pun tak berhasil

Akhirnya kartu terakhir pun keluar, membunuh Muhammad saw. Dan tentu ini ditentang Bani Hasyim dan Bani Muthalib, kerabat dekat Rasulullah. Abu Thalib di garda terdepan

Karena semacam aib yang besar, bagi orang Arab membiarkan anggota bani (klan) mereka tanpa dibela, ini semacam undang-undang yang berlaku di masa itu

Maka kafir Quraisy, penguasa saat itu pun keluarkan perppu, peraturan pengganti undang-undang, untuk menyalahi adat dan tradisi yang selama ini mereka agung-agungkan

Perppu ini berisi poin-poin, yang intinya memboikot Nabi dan yang mereka anggap “kroni”nya, sebab dianggap melindungi dakwah Islam dan juga pengikut-pengikutnya

Siapa yang setuju dengan Islam, bersimpati dengan Muslim, membantu Muslim, dianggap sebagai “kroni” dan harus diputus dari jual-beli, pernikahan atau bantuan apapun

Jadilah kaum Muslim dan yang membelanya dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib selama 3 tahun berada dalam kesempitan yang sangat, kehidupan mereka disengsarakan

Kaum Quraisy jahiliyyah menuduh kaum Muslim dan “kroni”nya mengganggu stabilitas, menyelisihi tradisi dan adat, merusak tatanan yang selama ini dibangun nenek moyang

Padahal yang mereka lakukan dengan mengeluarkan perppu pemboikotan itu, justru mereka menyelisihi dan menginjak-injak nilai-nilai dan tradisi yang mereka junjung tinggi

Tanpa mereka sadar, 3 tahun pemboikotan itu, walau sangat pahit bagi kaum Muslim dan keluarga mereka. Namun kejadian ini mengundang simpati dari semua manusia

Allah selalu punya cara memenangkan dakwah, yang kita perlu hanya bersabar dan tetap istiqamah dalam jalan dakwah. Sebab tiap pengorbanan pasti ada balasan terindah
muat komentar lainnya.

“Subhanallah ustadz… Ternyata sejarah berulang… Semoga kaum muslimin yg tertindas di manapun berada, Allah beri balasan terindah,” komen akun fatih.susanto2009.

“Mirip dgn kondisi saat ini. Ya Allah. ..berikanlah kekuatan umat muslim untuk memerangi kedzoliman ini,” tulis akun tajudin4029.

(nin/pojoksumut)

Perppu Quraisy Jahiliyyah Pada tahun ke-10 setelah Nabi diutus, kaum kafir Quraisy sudah putus asa akan usaha mereka memadamkan cahaya agama Allah, semua cara sudah mereka coba lakukan Mulai dari propaganda, fitnah, monsterisasi dan stigmatisasi, sampai pada deraan fisik dan siksaan bagi pemeluk Islam, yang lebih sadis daripada yang pernah ada Quraisy jahil pun pernah tawarkan opsi tengah, agar Muslim menyembah sesembahan Quraisy setahun, lalu Quraisy menyembah Allah selama setahun, ini pun tak berhasil Akhirnya kartu terakhir pun keluar, membunuh Muhammad saw. Dan tentu ini ditentang Bani Hasyim dan Bani Muthalib, kerabat dekat Rasulullah. Abu Thalib di garda terdepan Karena semacam aib yang besar, bagi orang Arab membiarkan anggota bani (klan) mereka tanpa dibela, ini semacam undang-undang yang berlaku di masa itu Maka kafir Quraisy, penguasa saat itu pun keluarkan perppu, peraturan pengganti undang-undang, untuk menyalahi adat dan tradisi yang selama ini mereka agung-agungkan Perppu ini berisi poin-poin, yang intinya memboikot Nabi dan yang mereka anggap "kroni"nya, sebab dianggap melindungi dakwah Islam dan juga pengikut-pengikutnya Siapa yang setuju dengan Islam, bersimpati dengan Muslim, membantu Muslim, dianggap sebagai "kroni" dan harus diputus dari jual-beli, pernikahan atau bantuan apapun Jadilah kaum Muslim dan yang membelanya dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib selama 3 tahun berada dalam kesempitan yang sangat, kehidupan mereka disengsarakan Kaum Quraisy jahiliyyah menuduh kaum Muslim dan "kroni"nya mengganggu stabilitas, menyelisihi tradisi dan adat, merusak tatanan yang selama ini dibangun nenek moyang Padahal yang mereka lakukan dengan mengeluarkan perppu pemboikotan itu, justru mereka menyelisihi dan menginjak-injak nilai-nilai dan tradisi yang mereka junjung tinggi Tanpa mereka sadar, 3 tahun pemboikotan itu, walau sangat pahit bagi kaum Muslim dan keluarga mereka. Namun kejadian ini mengundang simpati dari semua manusia Allah selalu punya cara memenangkan dakwah, yang kita perlu hanya bersabar dan tetap istiqamah dalam jalan dakwah. Sebab tiap pengorbanan pasti ada balasan terindah

A post shared by Felix Siauw (@felixsiauw) on



loading...

Feeds