Akibat Semburan Sinabung Hari Ini, 10 Desa Terkena Dampak Abu Vulkanik

Penampakan erupsi Gunung Sinabung
foto : Instagram pusdalopsbpbdmedan

Penampakan erupsi Gunung Sinabung foto : Instagram pusdalopsbpbdmedan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Sebanyak sepuluh desa terkena di kawasan Gunung Sinabung Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terkena dampak akibat semburan erupsi, Rabu siang (2/8/2017) tadi.

Adapun 10 desa tersebut yakni Desa Perbaji, Sukatendel, Temberun, Perteguhen, Kuta Rakyat, Simpang Empat, Tiga Pancur, Selandi, Payung, dan Kuta Gugung.

“Hujan abu menyebar di beberapa desa. Ribuan penduduk terdampak langsung. Namun, tidak ada korban jiwa,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Pusat, Sutopo Purwo Nugroho via WhatsApp kepada Pojoksumut.com, Rabu (2/8/20017).

Disebutkannya, masyarakat saat ini masih membutuhkan masker dan air untuk membersihkan lingkungan.

“BPBD Karo bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan SKPD lain, relawan, serta masyarakat telah membagikan masker. Selain itu, melakukan pembersihan jalan dan lahan, aset-aset pemerintah (pasar dan tempat umum lainnya), serta menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memasuki zona merah,” ujar Sutopo.

Dia menyatakan, PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak. Selain itu, dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur Gunung Sinabung.

“Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung, agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar. Hal ini mengingat telah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus. Sebab, bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol, bila tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir,” beber Sutupo.

Ia menuturkan, BPBD Kabupaten Tanah Karo segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

“Hingga saat ini masih tercatat 7.214 jiwa atau 2.038 KK di 8 pos pengungsian. Namun hanya ada 2.863 jiwa yang tinggal di pos pengungsian. Lainnya banyak yang tinggal di tempat lain di luar pos pengungsian. Untuk kebutuhan sandang pangan secara umum terpenuh,” paparnya.



loading...

Feeds