1,2 Ton Disita, Pematangsiantar Diduga Sebagai Pusat Mi Berformalin di Sumut

Mi berformalin yang disita dari Pematangsiantar.
foto : metrosiantar/JPG

Mi berformalin yang disita dari Pematangsiantar. foto : metrosiantar/JPG

POJOKSUMUT.com, FAKTA mengejutkan kembali datang dari Kota Pematangsiantar yang berkasus dengan mi berformalin. Daerah inipun diduga menjadi pusat mi berbahaya untuk kesehatan tersebut.

Hal itu terungkap dari keterangan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Medan, Julius Sacrmento Tarigan, setelah berhasil mengungkap dan mengamankan 1,2 ton mi tak layak dikonsumsi dari enam toko distributor yang ada di daerah Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Rabu (2/8/2017).

Sesuai dengan temu pers yang dilakukan di Wisma Gandaulana, Jalan Malanthin Siregar, mie berformalin hasil produksi dari Kota Pematangsiantar diedarkan kekeberapa Kabupaten di Sumatera Utara seperti Kabupaten Tobasa, Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Utara, daerah Sibolga dan beberapa daerah lainnya.

Hasil data dilapangan setidaknya ada sekitar 10 pabrik yang memproduksi mi bercampur berformalin dan boraks. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah itu bertambah mengingat peralatan yang dipergunakan mudah didapatkan dan harganya terjangkau bahkan muda untuk pindah-pindahkan.

“Yang kita data sementara ada 10 pabrik, tetapi tidak menutup kemungkinan lebih banyak dari itu,” ucapnya.



loading...

Feeds