Harga Gabah Anjlok, Produksi Beras Sumut Terancam Menurun

Petani dan gabah
foto : pixabay

Petani dan gabah foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Anjloknya harga beli gabah kering panen (GKP) di sejumlah daerah Sumatera Utara (Sumut) dari Rp4.500/kg kini menjadi Rp3.700/kg, akan berdampak terhadap produksi beras.

Jika kondisi ini terus bertahan dalam waktu yang lama, maka produksi beras di Sumut bakal mengalami penurunan.

“Diyakini kalau begini caranya (harga beli gabah anjlok), maka terjadi penurunan produksi beras di Sumut secara signifikan. Sebab, petani yang tadinya bertahan dengan baik hasil panennya, maka akan santai-santai saja atau tidak serius lagi. Artinya, petani tidak akan mengeluarkan biaya produksi secara besar-besaran karena takut tidak seimbang dari yang dihasilkan,” ujar Wakil Ketua Masyarakat Agribisnis Indonesia (MAI) Sumut Syahri Syawal Harahap yang dihubungi, Kamis (3/8/2017).

Kata dia, boleh dilihat nantinya beberapa waktu ke depan seperti apa kondisinya.

“Saya meyakini, pasti produksi rata-rata padi di Sumut akan menurun drastis,” ucap Syahri.

Diutarakannya, perlu diketahui sebenarnya dengan harga beli gabah panen sebesar Rp4.000/kg ternyata petani masih rugi. Apalagi, dengan penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) sekarang yang hanya mencapai Rp3.700/kg.

“Coba dilihat ongkos produksi petani, mulai dari pupuk yang tersedia subsidi hanya pupuk urea kualitas biasa saja. Sedangkan kualitas bagus tidak ada subsidi. Kemudian, biaya olah lahan hingga pestisida yang cukup mahal.

Kalau ini semua dikalkulasikan, maka dengan harga p4.000/kg saja sudah menderita kerugian. Apalagi dengan harganya di bawah itu dalam kondisi sekarang ini. Makanya, paling tidak harga beli gabah panen seminimal mungkin Rp4.500/kg,” sebut Syahri.

Dia mengaku heran melihat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah di negeri ini. Para pemangku kepentingan terkadang tidak begitu paham dengan kebijakan yang dikeluarkannya terhadap dampak yang ditimbulkan.

Sebagai contoh, menteri pertanian menerapkan programnya tiga kali panen dalam setahun untuk tanaman padi. Kebijakan yang digulirkannya itu jelas tidak sesuai dengan kondisi yang ada. Kalau memang ingin diterapkan, maka ciptakan dulu tanaman padi yang 80 hari waktu panennya.



loading...

Feeds

Ashanty dan Anang Kuda-kudaan

"Iya nih bunda ketakutan banget. Akhirnya tukaran kuda. Punyaku ditunggangi bunda, punya Azriel aku yang pakai. Seru banget sih berkuda," …

Taylor Swift Pensiun dari Medsos?

Pekan ini dia baru menjadi berita lagi setelah memenangkan kasus gugatan pelecehan seksual yang dilakukan David Mueller. Mari tunggu kejutan …