Kisah Rere, Ibu Muda yang Nekat Jual Ginjal Demi Buah Hatinya

Rere bersama buah hatinya.
foto : IST

Rere bersama buah hatinya. foto : IST

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Orang tua mana yang rela melihat anaknya menderita apalagi terkena penyakit. Sekalipun nyawa, pasti orang tua akan berjuang sekuat tenaga demi buah hati tercintanya.

Seperti yang dilakukan Reihan alias Rere (20), yang tinggal di Jalan Alumunium Raya Kawat I Lingkungan 15 Gang Pungut, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Ibu muda ini nekat akan menjual ginjalnya demi membiaya kesembuhan penyakit sang buah hati, Khaila (2), karena mengidap epilepsi.

Niatan Rere itu ditulisnya pada media sosial baru-baru ini, dan sempat menjadi viral. Rere merasa tak mampu lagi membawa anaknya berobat karena tak memiliki uang.

“Sudah beberapa kali berobat, tapi belum sembuh juga,” tutur Rere dengan sedih, Kamis (3/8/2017).

Dengan alasan membutuhkan uluran tangan dermawan dan perhatian pemerintah, istri dari Agung Kurniawan (23) ini tak bisa berbuat banyak demi kesembuhan anaknya.

Bahkan, Rere mengaku siap menjual kedua ginjalnya untuk biaya pengobatan putri satu-satunya itu.

“Aku bersedia jual ginjal untuk biaya pengobatan anak. Asalkan, dia bisa sembuh. Aku tak punya harta untuk dijual selain ginjalku,” ucapnya.

Sementara, Lurah Tanjung Mulia Hilir, Maulana Harahap mengaku terkejut atas kabar Rere di media sosial tersebut.

“Tak ada warga yang mau jual ginjal, makanya saya juga heran,” ujar Maulana.

Kata dia, pihak kelurahan sebelumnya telah membantu dan menangani proses kesehatan guna kesembuhan Khaila. Akan tetapi adanya pernyataan Rere yang mau menjual ginjal membuat keanehan.

“BPJS-nya ada, dan juga sudah dirawat ke rumah sakit. Artinya, kita sudah berbuat kenapa tetap saja disalahkan dan dibilang tak peduli,” keluhnya.

Ia menambahkan, sesuai data kependudukan Rere serta keluarganya bukan terdaftar sebagai warga Kota Medan.

Rere merupakan warga asal Kabupaten Langkat yang pindah ke Jalan Alumunium Raya Kawat I Lingkungan 15.

“Dia itu masih penduduk Langkat, begitupun tetap kita tangani,” tukas Maulana. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds