Pria yang Didakwa Membunuh Putra Kandung Divonis Bebas, Warga Protes

Mangasa Sibarani saat menjalani sidang, pria yang didakwa membunuh anak kandungnya ini telah divonis bebas.
foto : New Tapanuli/JPG

Mangasa Sibarani saat menjalani sidang, pria yang didakwa membunuh anak kandungnya ini telah divonis bebas. foto : New Tapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, HUMABAHAS-Puluhan masyarakat dari Desa Aek Lung, berunjukrasa ke kantor pengadilan setempat di Jalan Merdeka, Doloksanggul, Humbang Hasundutan (Humbahas), Kamis (3/8/17).

Mereka protes atas vonis bebas yang dijatuhkan hakim kepada Mangasa Sibarani, terdakwa pembunuh anaknya Aldi Sibarani.

“Kami tidak terima keputusan hakim, menurut pihak kepolisian dan kejaksaan pembunuh Aldi Sibarani adalah dia yaitu bapaknya sendiri,” demikian orasi massa. Mereka mengatakan bahwa bahwa minggu depan mereka akan melakukan aksi serupa.

Pihak Kejaksaan yang hadir pada aksi ini mengimbau agar masyarakat tetap sabar dan berdoa. Sementara Kapolres Humbahas Nicolas A Lilypali yang juga turut hadir pada aksi tersebut menyampaikan kepada masyarakat bahwa proses hukum masih berjalan.

“Artinya pihak Kejaksaan masih melakukan upaya hukum dengan kasasi. Karena putusan hakim yang kemarin belumlah final dan mengikat. Kami harap masyarakat Aek Lung bersabar dan tetap kondusif, aman dan tentram,” ujarnya.
Amarah warga ini cukup beralasan. Mengingat, sebelum divonis bebas oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarutung, Rabu (19/7/2017) lalu, dia dituntut 20 tahun Penuntut Umum (JPU).

Sontak vonis ini membuat orangtua Mangasa Sibarani, Op Polo Sibarani dan keluarga lainnya terkejut. “Kalau bukan dia (Mangasa) yang membunuh cucuku itu (Aldi), lantas siapa pelakunya?” ujarnya saat diwawancarai New Tapanuli (Jawa Pos Group).

“Soal vonis bebas, kami merasa lega. Tetapi vonis bebas itu menjadi beban baru kami. Siapa sebenarnya pelakunya. Tolonglah hal ini diungkap,” pintanya.

“Terus terang, sebagai orang tua terdakwa dan kakek korban, saya tidak menyangka kejadian ini. Cucuku Aldi sudah pergi untuk selamalamanya. Siapa yang menjadi pelaku pembunuhan itu? Kami sudah terlanjur malu. Anak saya didakwa membunuh cucu kami,” tandasnya.
“Sejak kejadian itu, kami sudah mengikhlaskan terdakwa bukan lagi anggota keluarga kami. Sebab perbuatan terdakwa sebagaimana rekonstruksi yang digelar Polres Humbahas lalu merupakan aib besar, karenanya kami sempat menganggap dia sudah tiada. Sudah saya katakan bahwa anak saya tinggal 7 orang lagi, 3 laki-laki dan 4 perempuan. Saya tidak lagi menghitung Mangasa sebagai anak saya. Dan, sekarang saya menyesal dan berharap banyak kepada aparat hukum untuk mengungkap siapa pelaku pembunuh cucuku yang sebenarnya,” tandasnya.



loading...

Feeds