What! Mau Jadi Driver Taksi Online Harus Bayar Rp2 Juta

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Dilegalkannya keberadaan taksi online di Kota Medan dan beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) dengan syarat tertentu, dinilai memberatkan dan merugikan para driver.

Sebab, jika ingin menjadi driver harus membayar administrasi (pendaftaran dan iuran) hingga Rp2 juta kepada perusahaan/koperasi yang telah memiliki legalitas.

Salah seorang driver angkutan online, Jaiz menyatakan keberatan atas cara yang dibuat pemerintah (Dinas Perhubungan Sumatera Utara). Menurut dia, selain hanya menguntungkan pihak tertentu selaku pemilik perusahaan, kendaraan pribadi mereka juga harus berganti nama kepemilikan di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Jelas kita keberatan. Selama ini, sudah banyak perusahaan atau koperasi angkutan yang tidak peduli dengan mitranya (driver). Mereka (perusahaan) mengutip iuran tetapi hampir tak ada manfaatnya kepada kami,” ujarnya, Jumat (4/8/2017).

Kata dia, apabila pemerintah mengharuskan adanya legalitas sebaiknya regulasi dijalankan langsung dinas terkait bukan ditentuka oleh swasta. Sehingga, segala jenis kutipan, iuran maupun retribusi yang ada jelas arahnya dan lebih meyakinkan.

“Cara seperti ini hanya memindahkan kewenangan dan melepaskan tanggung jawab. Saya dan teman-teman lain (driver) sepakat untuk tidak dulu mendaftarkan ke perusahaan. Kalau begini, bukan solusi namanya,” sebut dia.

Tak jauh beda dengan, Alan, yang juga driver angkutan berbasis aplikasi. Ia merasa keberatan dengan kebijakan membayar administrasi sebesar Rp2 juta tersebut kepada perusahaan yang diberi legalitas.



loading...

Feeds