Keinginan Dokter Ryan yang Belum Terwujud, Kuliah S3 dan Menikah Tahun Ini

dr Ryan Thamrin
foto : instagram

dr Ryan Thamrin foto : instagram

POJOKSUMUT.com, MENINGGALNYA dr Oz Indonesia, Hesta Meiriansyah Thamrin (39) alias Ryan Thamrin sangat menusuk hati keluarga besar dan teman dekatnya. Dokter ganteng yang dikenal ramah itu berpulang ke Rahmatullah, sekira pukul 03.30 WIB, kemarin (4/8/2017).

Saat itu, dia berada di rumah saudara kandungnya. Tepatnya, Jl Kesadaran, Gg Kesabaran, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.
Kepergiannya membuat keluarga berduka. Seperti dirasakan kakak kandungnya, Hesta Asfirdiansyah Thamrin. Dia kehilangan sosok yang sangat peduli dan sayang kepada keluarga. Terutama kepada ibunya dan keponakannya.

Dalam ingatan Hesta, sebelum berkarier, riwayat perjalanan Dr Oz Ryan Thamrin semasa kecilnya menuntut ilmu pengetahuan di SD 006 Tanjung Pinang. Lalu, dia melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP 4 Negeri Tanjung Pinang serta SMA 2 Negeri Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

Prestasi selalu diraih Ryan Thamrin. “Selalu dapat ranking terbaik, kadang juara 1, kadang juara 2. Setelah masuk SMA dia selalu juara umum,” kata Hesta yang ditemui di kediamannya.

Kecerdasannya itu membuat dia mendapatkan beasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM). Saat berstatus mahasiswa, Ryan Thamrin tak membebani keluarga. Dia memenuhi biaya kuliahnya dengan ikut lomba seperti Revlon, cover boy majalah, majalah Wanita Indonesia, dan majalah Kartini. “Dia itu selalu juara, sementara uangnya selalu ia gunakan untuk keperluan kuliah,” kata dia.

Ia juga mengatakan, selain kuliah almarhum juga berkarier sebagai model. Setelah menyelesaikan S1 di UGM, almarhum melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis kecantikan di Bandung.

“Nah, pada empat tahun lalu dia baru saja menyelesaikan studi S2 itu sebagai spesialis kecantikan dan dia juga mendapatkan ranking terbaik,” kata sang ayah, Ferdi Thamrin. Sebelum dia wafat, Ryan ternyata ingin lanjut kuliah S3 ilmu spesialis kecantikan di Kota Bandung.

Namun karena maut memisahkan, perjalanan karier yang dimulai dari angka nol itu putus di tengah jalan. Meskipun demikian, dengan bekal ilmu yang dituntut almarhum, ia pernah mengabdi di rumah sakit di daerah Cibubur, tampil di televisi, dan mengisi berbagai seminar.

“Almarhum adalah sosok paling hebat di keluarga kami, dia paling sayang ponakan, apalagi ibunya karena dulu dia ditinggal almarhum orang tua kami semenjak almarhum saat SMA,” kata Ferdi.

Yang sangat tak disangka oleh keluarga besar almarhum, kalau selalu tampil di televisi nasional, almarhum tidak pernah publikasi bahkan mengatakan kepada orang tuanya. “Ya, kalau dia tampil diam-diam aja. Tidak pernah publikasi dan menelepon saat ada acara,” katanya lagi.

Saat disinggung apakah ada firasat yang dialami keluarga besar almarhum sebelum meninggalnya Dr Oz tersebut, Atik Suhada (57, tante almarhum) dan Mia Thamrin (ibu kandung almarhum) tak pernah memiliki firasat tersebut.

“Tidak ada perubahan, tidak ada pesan. Padahal dia mau ke Jogja bersama para keponakannya kemarin karena dia bercita-cita mau membelikan rumah untuk tempat para ponakannya yang akan kuliah pada tahun ini,” sambung Atik Suhada.

Yang sangat tak terlupakan bagi keluarga almarhum adalah tidak adanya hitung-hitungan pada diri almarhum. Begitu juga meskipun sakit, almarhum tidak pernah mengeluh.
“Yang tidak bisa kami lupakan, selain dia ganteng, dia baik dan royal dengan keluarga. Sayang keluarga dan para ponakannya,” kata Atik Suhada.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa almarhum di Kota Pekanbaru semenjak bulan Ramadan lalu, almarhum salama ini menetap di Pekanbaru di daerah Kecamatan Tampan dan Daerah Bukit Raya, tempat abang dan kakak kandungnya.

Saat disinggung terkait isu terjatuh di kamar mandi dan adanya kanker di kepala almarhum tersebut, kata Atik Suhada, itu tidak benar. “Jangan membuat isu, itu semuanya tidak benar. Tapi di media sosial itu yang diterbitkan. Memang almarhum pernah terpeleset satu minggu lalu dan itu di dekat ibu kami, kalau di kepala alamarhum sebelah belakang memang ada sedikit benjolan, tapi penyakit yang diderita adik kami adalah maag akut,” katanya lagi.

Sementara itu, kata dia, untuk mengobati penyakitnya tersebut almarhum selalu berulang kali ke Negeri Jiran (Malaysia). Karena tidak ada perubahan, almarhum kembali ke Indonesia (Pekanbaru) dan berobat ke Rumah Sakit Awal Bross.

Selain di Kota Pekanbaru, kalau alamarhum suntuk almarhum selalu bolak-balik ke Jakarta dan Batam.

Ia juga mengungkapkan bahwa Dr Oz adalah anak ketiga dari lima bersauda dimana saudara kandung almarhum yakni Hesta Asfirdiansyah Thamrin, Yuli Thamrin, Hesta Meiriansyah Thamrin (Dr Oz), Ami Thamrin, Danang Thamrin.

“Almarhum lahir 28 Mei 1977, kami merayakan ulang tahunnya pada bulan lalu. Dia wafat di Pekanbaru, 4 Agustus 2017, yang selalu menemaninya ibu kami,” jelasnya.



loading...

Feeds