Program Panti Preneur Berlanjut di Yatim Dar Fatimah Binjai

Anak-anak Panti Yatim Dar Fatimah usai mengikuti pelatihan menjadi wirausaha.

Anak-anak Panti Yatim Dar Fatimah usai mengikuti pelatihan menjadi wirausaha.

POJOKSUMUT.com, SEMANGAT kemandirian dengan kegiatan kewirausahaan melalui program Panti Preneur terus berlanjut. Kali ini, puluhan adik-adik Pesantren Yatim Dar Fatimah di Kota Binjai yang beruntung mengikuti keterampilan dibidang digital printing ini, Jumat (4/8/2017).

Dalam pelatihan keterampilan yang digelar untuk kedepan kalinya, dan merupakan perdana di luar kota Medan ini ternyata mendapatkan sambutan yang begitu antusias dari peserta.

Diawali dengan motivasi berwirausaha, para peserta terlihat begitu menantikan bagaimana membuat pin yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan mug.

Di sini, secara bergiliran para peserta pelatihan kewirausahaan digital printing ini dengan sabar menunggu giliran dalam membuat sebuah pin dengan menggunakan mika, kaleng, plastik dan kertas.

Ketua Program Panti Preneur, Rachmi menyebutkan kegiatan ini merupakan bekerjasama Pemprovsu dan Bank Sumut. Dengan tujuan memperkenalkan kewirausahaan kreatif, inovatif dan aplikatif secara dini bagi adik-adik panti.

Kota Binjai sambungnya, merupakan kota pertama yang mendapatkan pelatihan diluar kota Medan. “Program yang dilaksanakan secara maraton di lima kabupaten kota di Sumatera Utara. Terakhir itu kita di Yayasan Darul Aitam pekan lalu, Alhamdulillah hari ini kita bisa berbagi dengan adik-adik di sini, Yatim Dar Fatimah,” ujarnya.

Nantinya, masih ada sekira lima lokasi untuk berbagi dengan adik-adik panti yang tersebar dibeberapa daerah lainnya termasuk Deli Serdang, Serdangbedagai dan Tebingtinggi. “Kita ingin menebar kebermanfaatan bagi adik-adik panti dengan memberikan keterampilan. Sehingga mereka nantinya bisa berwirausaha dan mandiri secara finansial,” ujarnya.

Penanggungjawab Pesanteren Yatim Dar Fatimah, Sarbaini menyambut baik pelatihan yang diberikan melalui program panti preneur ini. Dengan pelatihan digital printing tersebut diharapkan bisa menjadi bekal bagi anak asuhnya.

Dia pun berharap pelatihan yang diberikan ini bisa dimanfaatkan para peserta. Karena biasanya untuk bisa mendapatkan pelatihan digital printing seperti ini, harus berbayar. “Alhamdulillah ini diberikan gratis, InsyaAllah kita akan dukung,” ujarnya. (*/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds