Miris! Bocah Enam Tahun Disekap, Dicabuli Dua Murid SD dan Pelajar SMP

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, SIBOLGA-Hati ibu mana yang tidak terluka saat mendapati kenyataan putri kebanggaannya menjadi korban keganasan seksual.

Amarah bercampur emosi yang dirasakan Ju (39). Dia sangat terpukul setelah mendapat kabar bahwa anak pertamanya, sebut saja Bunga (6), yang selama ini tinggal bersama ibunya di Sibolga, jadi korban kekerasan seksual dari tiga anak laki-laki.

Dua di antaranya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan seorang lagi adalah pelajar SMP.

Warga Kecamatan Sibolga Selatan yang selama ini hidup di Medan bersama anak keduanya dan terpisah dari istri dan anak pertamanya, langsung berangkat untuk melihat langsung kondisi buah hatinya tersebut.

Ditemui di salah saatu kantor lurah Kecamatan Sibolga Selatan, Ju bersama keluarganya mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/8/2017). Bunga yang saat itu disuruh membeli sayur tiba-tiba saja menangis. Warga yang curiga mendengar tangisan Bunga mencoba menenangkannya dan menanyakan penyebab dia menangis.

Dengan lugu, bocah yang belum sekolah ini menceritakan perbuatan ketiga anak laki-laki tersebut. Dia mengaku disekap di sebuah bangunan yang baru selesai dibangun dan belum ditempati dan dipaksa melakukan adegan layaknya suami istri.

Warga yang mendengar cerita Bunga spontan kaget dan langsung membawanya melapor ke polisi.

“Saya tinggal di Medan. Ini (Bunga) anak saya yang pertama. Adiknya tinggal dengan saya di Medan. Keluarga yang memberitahu kejadian ini, makanya saya langsung ke sini. Yang teriak-teriaknya dia Sabtu itu, didengar warga. Ditanya kenapa nangis, dibilangnya kalau dia dianukan 3 anak itu. Warga membawanya mengadu ke polisi. Jadi, bukan kami yang mengadu, warga yang mengadukan,” kata Julianto, Senin (7/8/2017).

Yang membuatnya kesal, derita yang dialami putrinya tersebut telah didamaikan begitu saja oleh keluarga istrinya dengan keluarga para pelaku, dengan membawa korban berobat dan dijanjikan akan diupa-upa.

“Aku ditelepon pas di atas mobil. Katanya mau berdamai. Kubilang tunggu saja aku sampai di Sibolga. Katanya nggak bisa, harus malam itu berdamai. Masa didamaikan, tapi orangtuanya nggak ada di situ. Mana terima aku. Dibawa orang itu berobat ke bidan. Nanti katanya mau diupa-upa,” ungkapnya dengan penuh kekesalan.

Dengan nada kesal, Ju mengaku akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan atas perbuatan ketiga anak laki-laki tersebut.

“Masa hanya berdamai. Terus anak saya gimana? Masa depannya gimana lagi? Dia sudah trauma dengan kejadian itu. Coba kalau anak mereka dibegitukan. Terus, hanya kami obati dan kami upa-upa? Aku nggak mau masalah ini sampai di sini saja. Lanjut ini terus,” kesalnya.



loading...

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …