Perintis Lingkungan, Kelompok Tani di Deliserdang Raih Penghargaan Kalpataru

Wakil Rektor III UMSU, Rudianto menyerahkan cenderamata kepada Anuar saat berkunjung ke kampus UMSU Jalan Mukhtar Basri, Rabu (9/8/2017). Anuar merupakan kelompok tani binaan UMSU yang termasuk 10 dari penerima piala Kalpataru, yang diserahkan Presiden Joko Widodo pada puncak hari Lingkungan hidup baru-baru ini. (Istimewa)

Wakil Rektor III UMSU, Rudianto menyerahkan cenderamata kepada Anuar saat berkunjung ke kampus UMSU Jalan Mukhtar Basri, Rabu (9/8/2017). Anuar merupakan kelompok tani binaan UMSU yang termasuk 10 dari penerima piala Kalpataru, yang diserahkan Presiden Joko Widodo pada puncak hari Lingkungan hidup baru-baru ini. (Istimewa)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kelompok Tani Lestari Alam di Deliserdang, berhasil meraih Penghargaan Kalpataru dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya baru-baru ini.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori perintis lingkungan.

Penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia tersebut, diterima Ketua Kelompok Tani Lestari Alam, Anuar alias Ucok (60), penduduk Dusun III Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu.

Anuar mengungkapkan, pihaknya aktif mengembangkan mangrove sejak tahun 1990-an. Ketika itu, dilakukan dengan swadaya. Barulah pada 2006, pengembangan mangrove dilakukan berkelompok dengan membentuk Kelompok Tani Lestari Alam dan menjadi ketua hingga kini, serta membina dan mengembangkan Kelompok Tani Putri Mangrove untuk aktif dalam mengelola dan mengembangkan produk hasil mangrove.

“Saya kini berumur 60 tahun, selama 30 tahun saya sudah mengembangkan mangrove ini. Saya juga telah aktif menjadi Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) dan tahun 2015 menjadi penyuluh terbaik,” tutur Anuar saat mendatangi Kampus UMSU di Jalan Mukhtar Basri, Medan, Rabu (9/8/2017).

Kedatangannya ke sana lantaran kelompok tani yang dipimpinnya merupakan binaan UMSU melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M).

Dijelaskan dia, pengembangan mangrove selama puluhan tahun Seluas 100 hektare lebih ini dengan mengembangkan bibitnya mencapai jutaan bibit pohon. Hasilnya, lalu dikirim ke sejumlah daerah baik di Sumut maupun wilayah Jawa bahkan sampai Makassar.

Kata Anuar, kesuksesan meraih mengelola mangrove dikembangkan berkat kerja sama dengan sejumlah universitas. Salah satunya, hampir empat tahun terakhir dengan UMSU dalam sejumlah kegiatan.



loading...

Feeds