Polisi Gagalkan Pengiriman Sabu Via Bus, Satu Tersangka Oknum PNS

Tersangka diamankan di Polres Tapsel.
foto : metrotabagsel/JPG

Tersangka diamankan di Polres Tapsel. foto : metrotabagsel/JPG

POJOKSUMUT.com, JAJARAN Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) berhasil menggagalkan pengiriman narkoba di wilayah Kota Padangsidimpuan.

Meski harus diselesaikan dengan aksi kejar-kejaran dan tembakan dua pelaku berhasil diciduk, kemarin (8/8/2017).

“Keduanya kita tangkap saat hendak mengambil paket yang kita duga berisi sabu, dari sebuah loket bus di Padangmatinggi Padangsidimpuan. Dan sebelumnya sudah kita buntuti dari daerah Gunungtua Paluta,” ungkap Kasat Narkoba AKP Maimun mewakili Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal seperti dilansir Metro Tabagsel (grup pojoksumut) hari ini.

Dari pengungkapan tersebut, pihaknya menemukan satu paket berisi sabu sebanyak ‘Satu Sak’; istilah dunia narkoba, atau seberat 25 gram yang dibungkus dengan makanan ringan anak-anak. Dua warga berinisial FL (23) warga Padangmatinggi, Psp dan DRM (34) warga Jalan Cokroaminoto, Psp yang berstatus PNS di Pemko Padangsidimpuan.

Cerita Kasat, sebelum dilakukan penangkapan, pihaknya mendapat informasi akan ada pengiriman narkoba lewat penitipan barang via bus antar lintas dari wilayah Tanjung Balai menuju wilayah Tabagsel. Mendapat info tersebut, Tim Satresnarkoba Polres Tapsel langsung merespon, dan melakukan penyelidikan.

“Setelah kita dapat identitas bus yang membawa paket tersebut, langsung kita lidik ke Gunungtua Paluta. Rupanya sampai di Gunungtua, bus lanjut ke arah Padangsidimpuan,” jelas Kasat dan terus mengikuti bus sampai di Pool angkutan di Padangsidimpuan.

Sampai di Sidimpuan, petugas berkoordinasi dengan pihak bus sambil tetap standby melihat warga yang datang mengambil paket tersebut, Selasa (8/8) siang. Setelah ditunggu, selanjutnya petugas melihat mobil jenis Toyota Innova Silver BK 111 CN masuk ke areal pool yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol Padangmatinggi.

Curiga dengan pengendara mobil, petugas yang sudah standby melihat satu pengendara turun dan menuju ke tempat pengambilan barang. Sah, usai paket diambil oleh seorang pria berinisial FL (23), petugas langsung membekuknya.

Rupanya, aksi tersebut diketahui oleh salah satu pengendara yang masih berada di dalam mobil. Melihat temannya ditangkap polisi, ia pun berusaha melarikan diri sambil mengendarai mobilnya menuju arah Sihitang.

Petugas yang sudah menyusun strategi dan mengantisipasi pelaku kabur, langsung melakukan pengejaran. “Petugas sudah kita standby kan dari awal, jadi begitu satu pelaku kabur, langsung dikejar. Sempat ada tembakan untuk menghentikan laju kendaraan, dan akhirnya dapat kita tangkap,” ucap Maimun.

Satu pelaku lainnya, jelas Kasat, diketahui berinisial DRM (34) warga Jalan Cokroaminoto Kota Padangsidimpuan berstatus PNS di salah satu kantor Pemko Padangsidimpuan.

Dan diduga kuat, pria berkulit putih dan berjambang lebat ini merupakan sindikat peredaran narkoba antar kabupaten/kota. Pasalnya, sebelum dilakukan penangkapan, mobil dengan jenis dan plat serupa termonitor masuk ke wilayah Gunungtua.

“Masih kita interogasi dan lakukan pengembangan. Yang pasti mobil serupa pernah terlihat seperti memonitor pengiriman di daerah Gunungtua. Dan mereka sudah masuk dalam target kami,” tukas Kasat.

Sementara itu, FL saat ditanyai Kapolres di ruangan Satnarkoba mengaku tidak tahu soal isi dalam paket yang diambilnya. Alasannya, ia hanya disuruh oleh AK, temannya yang memintanya untuk mengambil paket berisi obat herbal.

“Saya tidak tahu isinya apa Pak, yang saya tahu obat herbal. Soalnya, saya hanya diminta tolong oleh teman saya,” terangnya dan menyebut nama temannya tersebut.

Bahkan, FL dan DRM saling lempar badan soal siapa yang menyuruh dan mengajak untuk mengambil paket tersebut.

Hingga kini, pihak Satresnarkoba Polres Tapsel masih melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa saja pemain narkoba antar Kabupaten/Kota yang peredarannya berhasil digagalkan mereka. (yza/mt/jpg/nin)



loading...

Feeds