Di Kampus Santo Thomas, Saut Situmorang Beberkan Sebab Korupsi Belum Beres di Indonesia

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengisi kuliah umum di Kampus Universitas Katolik Santo Thomas, Kamis (10/8/2017).
foto : fir/pojoksumut

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengisi kuliah umum di Kampus Universitas Katolik Santo Thomas, Kamis (10/8/2017). foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Persoalan korupsi tidak hanya bisa sebatas penindakan hukum saja tetapi juga banyak aspek lainnya di berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial budaya, hingga pendidikan.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang saat mengisi kuliah umum di Kampus Universitas Katolik Santo Thomas, Kamis (10/8/2017).

“Indonesia saat ini baru menyelesaikan permasalahan korupsi secara ordinary crime, sedangkan negara lain contohnya Malaysia sudah mencakup extraordinary crime. Belum lagi terbentur dengan undang-undang yang perlu dibereskan, sebab pihak swasta tidak terjangkau,” ungkap Saut.

Disebutkannya, korupsi yang ditangani KPK tidak hanya menyangkut persoalan kerugian negara yang mencapai miliaran saja. Tetapi juga, kerugian yang mencapai puluhan jutaan juga ditangani. Sebab, dibalik jutaan tersebut dampak yang ditimbulkan mencapai miliaran hingga triliunan.

“Permasalahan korupsi tidak hanya dengan menindak secara hukum saja. Lebih dari itu, membangun peradaban hukum tidak boleh dengan dendam, sakit hati, marah, benci dan sebagai sifat lainnya. Apalagi, karena lawan politik. Tetapi, harus benar-benar bertentangan dengan aturan negara dan lebih efisien serta efektif,” sebut Saut.

Dikatakan dia, kenapa Indonesia hingga saat ini tidak pernah beres persoalan korupsi dari merdeka hingga sekarang, karena memberantas korupsi tidak suistanable atau berkelanjutan. Meski begitu, bukan berarti tidak banyak upaya yang telah dilakukan selama ini.

Maka dari itu, UU Tipikor saat ini harus dibereskan dengan segera mungkin mengacu kepada produk hukum PBB yang telah disepakati. Artinya, persoalan korupsi menyangkut ke semua aspek dan detail hingga hal yang paling sederhana sekalipun yaitu masalah kedisiplinan.

“Memberantas korupsi harus dengan membangun pondasi integritas yang sangat kompleks. Bisa dimulai dari lingkungan keluarga, dimana orang tua mendidik anaknya untuk menerapkan disiplin yang ketat. Dengan begitu, ketika dewasa nanti mereka sudah terbiasa terhadap sesuatu yang positif dan bertentangan dengan yang bersifat negatif,” tukasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds