Polisi Simpulkan Pria yang Dibakar Itu Memang Pencuri Amplifier Mushalla

Bapak Zoya saat polisi melakukan makam.
foto : Indopos/JPG

Bapak Zoya saat polisi melakukan makam. foto : Indopos/JPG

POJOKSUMUT.com, BEKASI-Kasus pembakaran Muhamad Az-zahra alias Zoya (30) terus diselidiki.

Namun, selain sudah menangkap penyiram bensin dan pembakar ke gubuh Zoya, polisi ternyata menyatakan bahwa Zoya memang benar mencuri amplifier atau pengeras suara milik Mushalla Al-Hidayah di Kampung Muara RT 12 / RW 07 Desa Muarabakti Kecamatan Babelan Bekasi itu.

”Berdasarkan keterangan saksi yang terus bertambah dan terus kami dalami, termasuk bukti-bukti yang ada di TKP serta penyelidikan di lapangan, penyidik sudah menyimpulkan bahwa saudara MA (Zoya) terduga keras melakukan pencurian amplifier tersebut,” kata Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Asep Adi Saputra, kepada INDOPOS (Jawa Pos Grup), kemarin (9/8/2017).

Pihaknya juga sudah memeriksa saksi kunci, yakni Rojali, marbot musala yang berkali-kali menegaskan bahwa dialah yang menangkap tangan Zoya dengan barang buktinya berupa pengeras suara. Rojali menemukan pengeras suara mulik musala ketika ia memeriksa tas punggung Zoya yang tertinggal ketika Zoya melarikan diri setelah bertemu dengannya di pinggir kali.

”Karena itulah penyidik sudah sampai pada kesimpulan bahwa saudara MA diduga keras sebagai pelaku pencurian tersebut. Bahkan dia (Zoya) sempat mencium kaki Rojali ini untuk minta maaf, dan dia mengatakan ’maafkan saya pak ustad’.

Namun saat itu massa yang datang sudah tidak terbendung, walau Rojali sempat menghalau tapi karena banyaknya massa sehingga terjadi pengeroyokan yang menewaskan MA itu. Meski begitu, tindakan main hakim sendiri tentu tidak bisa dibenarkan,” ungkap Asep.

Soal tertangkapnya pembakar dan penyiram bensin, menurut Asep, hingga saat ini polisi baru menangkap lima pelaku pembakaran yang masing-masing berinisial SU (40), NA (39), AL (18), KR (55), dan SA (27).

Awalnya pihaknya sudah menangkap SU dan NA, baru kemudian AL, KR, dan SD alias SA.

Dari hasil pemeriksaan tim penyidik, diketahui kalau SU yang berprofesi sebagai satpam warga Kampung Muara RT 01 / RW 08 Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi ini mengakui sempat menendang punggung korban sebanyak dua kali.

”SU ditangkap di Kampung Muara tengah RT 02 / RW 10 Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi,” terang Asep di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/8/2017).

Ia menambahkan, pelaku NA yang warga Kampung Muara RT 012 / RW 006 Desa Muarabakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi ditangkap di lokasi persembunyiannya di Desa Karang Satria Tambun Utara Kabupaten Bekasi.
”NA ini mengakui kalau dia yang menendang ke arah punggung dan perut korban sebanyak dua kali,” ujar Asep.

Selanjutnya polisi menangkap AL warga Kampung Muara tengah Desa Sukatenang Kecamatan

Sukawangi Kabupaten Bekasi. AL ditangkap di Kampung Ujung Harapan Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi.

”Dalam pemeriksaan penyidik AL mengaku menendang korban yang diarahkan ke bagian kepala korban sebanyak tiga kali dan menendan badan korban satu kali,” ujar Asep.



loading...

Feeds