Simak, Saksi Mata yang Melihat Brigadir David Marpaung Tewas Ditabrak Bus ALS

ejumlah personel Polres Taput berdoa bersama memberangkatkan jenazah Brigadir David Marpaung.

ejumlah personel Polres Taput berdoa bersama memberangkatkan jenazah Brigadir David Marpaung.

POJOKSUMUT.com, TARUTUNG-Duka menyelimuti seluruh personel Polres Tapanuli Utara (Taput) atas meninggalnya almarhum Brigadir David Marpaung, yang meninggal ditimpa bus ALS saat bertugas mengamankan lalu lintas di jalan longsor Lobu Pining, Pahae Julu, kemarin (10/8/2017).

Kapolres Tapanuli Utara (Taput) AKBP Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan rasa turut berduka bersama seluruh jajaran Polres Taput, Kamis (10/8/2017) sekira pukul 19.00 WIB dalam pemberangakatan jenajah almarhum di ruang tunggu Mapolres Taput.

“Saya sendiri di lokasi kejadian ketika turun membantu rombongan calon jemaah haji yang akan berangkat ke Medan. Maka kami dan alamarhum David Marpaung datang untuk mengabdi ke negara, kurang lebih 30 personel di lokasi longsor saat peristiwa terjadi,” ungkap kapolres dengan mata basah oleh air mata.

Peristiwa terjadi setelah pelebaran jalan yang mengakibatkan jalan licin, dan almarhum berangkat ke lokasi untuk bekerja sesuai tugas, yang kebetulan ada rombongan calon jamaah haji dari Madina.

Dijelaskan, mobil datang dari arah Sipirok yang jalannya terjal, tepatnya pukul 11.30 WIB. Dari lima bus, satu sampai tiga berjalan mulus melewati jalan longsor untuk membantu melewati jalan itu. Masyarakat setempat juga turut membatu.

“Dan, bus keempat datang dari atas tergelincir turun ke bawah sehingga kami lari untuk menyelamtakan diri. Karena mobil keempat sudah meluncur ke bawah dan melihat ada sepatu polisi, ternyata almarhum David ada di bawah kolong dan akhirnya kami mengangkat mobil dan membawa almarhum ke rumah sakit,” jelas kapolres.

“Itulah pertolongan yang kita lakukan untuk mengambil jenazah. Salut dengan kerja sama tim Polres. Kepergian rekan kita ini adalah saat menjalankan tugas. Selamat jalan kepada Bapak Marpaung dan tenang di sisi Tuhan. Atas nama keluaga besar polres, kami turut berduka,” ujar kapolres lagi.

Tak hanya kapolres, seluruh personel dan pegawai dan keluarga para personel polisi yang memenuhi mapolres tampak meneteskan air mata. Mereka turut memberangkatkan jenazah setelah doa bersama. Disebutkan bahwa jenazah korban dibawa ke Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

Sementara itu, Sahala Aritonang, warga Doloksanggul menceritakan, kecelakaan terjadi di jalan menurun dan sangat licin akibat tertutup bekas longsoran tanah.

“Kami datang dari arah Sipirok menuju Tarutung, tiba-tiba terjebak macet. Ingin tahu penyebab kemacetan, kami turun dari truk untuk melihat,” katanya di RSU Tarutung.



loading...

Feeds