Annabelle: Creation Begitu Gelap dan Mencekam

POJOKSUMUT.com, BAGI Anda penggemar film horor jangan lupa menyaksikan film Annabelle: Creation yang mulai diputar pekan ini. Pada pekan pembukaan pasar domestik yang dimulai Jumat (11/8/2017), film tersebut diprediksi meraup pendapatan lebih dari USD 30 juta (Rp400 miliar).

Salah satu negara yang telah menayangkan film itu adalah Italia yang menyumbang pendapatan pembukaan USD 1,1 juta (Rp14,6 miliar). Kemudian, disusul Prancis yang menambahkan pundi-pundi pendapatan USD 775 ribu (Rp10,3 miliar).

Film tersebut menempati posisi box office nomor satu di Paris dan nomor 3 di Prancis. Di Indonesia, film itu mendapat USD 456 ribu (Rp6 miliar) dari 572 bioskop. Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar sekuel film Annabelle (2014) tersebut.

Film yang diproduseri sutradara Saw, James Wan, itu juga menjadi pemuncak di Belgia, Islandia, dan Singapura. Kritik yang masuk, antara lain, menyebut skenario Annabelle membosankan. Ada juga yang mengatakan bahwa film itu tak jauh berbeda dengan film pertama.

”David F. Sandberg sebagai sutradara tidak melakukan apa pun untuk meng-update film horornya dari stereotipe yang merusak genre film itu,” kata Julia Cooper, kritikus Globe and Mail.

Meski begitu, masih banyak kritikus yang menilai bahwa film itu benar-benar menegangkan. Terutama segi permainan audiovisual, set tempat, hingga permainan lighting yang mengejutkan.

”Sutradara tak benar-benar membuat sesuatu yang baru. Tapi, dia tahu pasti cara meningkatkan ketegangan. Ketika dia mengaktifkan serangan kejutan, itu benar-benar terasa mengalir,” kata Neil Pond, kritikus Parade Magazine.

Salah satu hal yang mendukung keseraman Annabelle: Creation adalah setting yang begitu gelap dan mencekam. Rumah yang digunakan sebagai lokasi syuting benar-benar dibuat secara utuh oleh Sandberg dan desainer produksi Jennifer Spence. Mereka membuat dua rumah berskala asli di Stage 26 studio Warner Bros. Masing-masing rumah menggambarkan set tiap lantai.

Sama seperti yang kita lihat pada film, rumah itu dibuat sangat gothic dengan sentuhan vintage. Lengkap dengan aksesori yang sebetulnya tak begitu diperlukan dalam pengambilan gambar. Hal tersebut dilakukan demi membuatnya terlihat detail, seperti rumah asli.

”Seluruh cerita berada di dalam rumah ini. Jadi, aku ingin rumah itu luas,” kata Spence dilansir dari Variety.

Rumah itu membantu Sandberg menciptakan visual yang nyata dan detail. Ketika membuat film, Sandberg memang selalu melakukannya di lokasi asli.

”Film pendek dan feature yang saya kerjakan semuanya selalu di lokasi asli, di mana lokasi menginformasikan aksi,” kata Sandberg dilansir dari Variety.

Cerita film itu mengambil waktu bertahun-tahun setelah kematian putri mereka, pembuat boneka dan istrinya menampung seorang suster dan beberapa gadis pengungsi ke rumah mereka. Dalam waktu singkat, mereka menjadi target Annabelle! (adn/c6/ayi/JPK)



loading...

Feeds