Kisah Calhaj Asal Medan yang Jadi Korban Dugaan Penipuan Travel

Temu Mariati (tengah) bersama ibu-ibu teman pengajiannya.
foto : nin/pojoksumut

Temu Mariati (tengah) bersama ibu-ibu teman pengajiannya. foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, PENIPUAN berkedok pembiayaan keberangkatan umrah dan haji menjadi sorotan saat ini. Terutama terkuaknya kasus First Travel, di mana pasangan suami istri sang pemilik sudah ditangkap Bareskrim Polri.

Tak hanya di Jakarta, calon haji (calhaj) dari Medan juga banyak yang menjadi korban kasus sejenis. Satu diantaranya, Temu Mariati, warga Jalan Gaperta Ujung No 52. Seperti apa kisahnya?

Raut wajah Temu Mariati sangat jelas menunjukkan kesedihan meskipun dia berada di samping teman-teman pengajiannya menghadiri AMITRA Berbagi Berkah di Medan, Sabtu (12/8/2017).

Sesekali perempuan 52 tahun ini menyeka air matanya yang tak tertahan dengan jilbab panjang putihnya.

Kesedihan Mariati memang berasalan. Rencananya mengunjungi Tanah Suci, Mekah seakan hancur berantakan. Ini setelah travel tempatnya membayarkan biaya umrah tutup tanpa kejelasan.

Padahal, dia sudah menyetor senilai Rp17 juta. Ini merupakan akumulasi dari downpayment (DP) Rp1,5 juta dan pelunasan Rp15,5 juta.

Ibu dua anak ini kepada Pojoksumut.com, mengungkapkan tergiur mengikuti umrah dari Travel bernama Menara Karisma Insani di Jalan Binjai KM 7,8, lantaran melihat temannya sudah berhasil umrah dan haji dari travel tersebut.

“Pada bulan November 2014, saat guru marhaban kami mau pergi umrah, kami anggotanya membantu masak di rumahnya. Kemudian muncul rasa ingin sekali seperti itu (umrah). Jadi sayapun bertanya, dan akhirnya mendaftarkan diri lewat Bu Siti leadernya, guru marhaban kami juga mendaftar ke Bu Siti. Dan saat itu beliau (guru marhaban) memang benaran umrah dari travel itu,” ungkapnya.

Setelah memberikan DP, Mariati diberikan voucher dengan asuransi sudah terdaftar di travel. Kemudian Februari 2015, masalah itu berawal.

“Kami dijanjikan jika melunasi biaya umrah Rp15 juta lagi, kami bisa berangkat Desember 2016. Jadi saya berhasil melunasi Oktober 2015 dan dibilang Desember 2016 berangkat,” lanjutnya.



loading...

Feeds