Firts Travel Dikelola Keluarga, Tipu 50 Ribu Jamaah Umroh Senilai Rp715 Miliar

 Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman saat ditemui Jawa Pos pada Januari 2015 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman saat ditemui Jawa Pos pada Januari 2015 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

POJOKSUMUT.com, JAKARTA – Satu demi satu terungkap bahwa para petinggi First Travel tak lain keluarga Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. Perusahaan itu dikelola macam kerajaan.

Setelah Kiki Hasibuan, adik Anniesa yang diketahui menjadi komisaris merangkap manajer keuangan, kini adik Andika yang bernama Rahmad juga diketahui berposisi menjadi direktur operasional.

Sulit untuk tidak menduga adik Andika dan Anniesa itu tidak terlibat, pasalnya mereka memiliki posisi strategis dalam perusahaan yang diduga merugikan 50 ribu jamaah tersebut. Pengelolaan perusahaan dan keuanganya tentu diketahui keduanya.

Maka tidak salah, bila Bareskrim berupaya keras untuk mengetahui keterlibatan mereka. Seorang penyidik Bareskrim menuturkan, kedua adik dari dua tersangka menjadi saksi.

Bahkan, Kiki telah diperiksa untuk mengetahui bagaimana keterlibatannya. ”Masih ada keluarga yang lain juga,” tuturnya ditemui di depan Bareskrim.

Namun, belum jelas bagaimana keterlibatan mereka dalam dugaan penipuan tersebut.

Yang pasti, semua akan diukur sejauh apa keterlibatannya, sekedar mengetahui atau justru ikut menjalankan penipuan. ”Ya, kita nilai dulu,” terangnya.

Kalau memang terlibat, tentunya satu keluarga itu bisa diminta untuk mempertangungjawabkan semuanya.

Tapi, semua harus berdasarkan bukti yang ditemukan,” paparnya sembari dikerubungi sejumlah jamaah.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Martinus Sitompul menjelaskan, yang juga perlu diketahui bahwa dengan meningkatnya jumlah korban dari 35 ribu menjadi 50 ribu, maka uang masyarakat yang ditipu juga membengkak.

Hitungannya mencapai Rp 715 miliar. ”Tidak hanya Rp 550 miliar seperti sebelumnya,” paparnya.

Selain itu bila sebelumnya dilihat dari 8 rekening hanya ada Rp 1,3 juta hingga Rp 1,9 juta. Maka, saat ini ada 47 rekening yang dimiliki kedua tersangka, jumlah uang yang di dalamnya sedang dilakukan pengecekan.

”Belum diketahui berapanya,” tutur mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.
(idr/jpg/sdf)



loading...

Feeds