Mahasiswa Ini Menang Gugatan Atas Rektor USU di PTUN, Begini Ceritanya

Kampus USU

Kampus USU

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Seorang mantan mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Program Studi (Prodi) Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara (USU) memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan atas rektor di kampus tersebut.

Dia adalah Anry Tulus Sianturi (26) yang sebelumnya dikeluarkan atau di-Drop Out dari USU dengan alasan tidak mengisi kartu rencana studi (KRS) dan tidak membayar SPP.

Seperti dilansir dari Akses.co, pada sidang yang digelar Selasa (15/8/2017), majelis hakim PTUN Medan yang diketuai Irhamto memutuskan menolak eksepsi tergugat yaitu rektor USU seluruhnya dan mengabulkan gugatan penggugat, Anry Tulus Sianturi seluruhnya.

“Mewajibkan tergugat mencabut Surat Keputusan Rektor Universitas Sumatera Utara Nomor : 2751/UN5.1.RI/SK/SPB/2016 Tertanggal 30 Desember 2016 Tentang Penetapan Drop Out Mahasiswa Fakultas Pertanian Sumatera Utara Program Sarjana (S-1) Angkatan 2014, 2013, 2011, 2010, dan 2009 yang statusnya tidak jelas karena tidak aktif, khusus Lampiran No. 27 atas Nama Anry Sianturi (100301216),” demikian bunyi Surat Pemberitahuan Nomor 42/G/2017/PTUN-MDN yang diterima Tulus, Jumat (18/7/2017).

Selain itu, tergugat juga diwajibkan merehabilitasi dengan mendudukkan kembali penggugat sebagai mahasiswa di Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian USU ke posisi semula sebagai mahasiswa semester 13. “Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp314.000,- (Tiga ratus empat belas ribu rupiah),” demikian isi surat yang ditandatangani Panitera Pengganti, Dewi Rosmawati tersebut.

Anry Tulus mengungkapkan harapannya bisa segera direhabilitasi sebagai mahasiswa. “Sudah diterima gugatan kita dengan direhabilitasi lagi sebagai mahasiswa. Aku pikir ini sudah kebenaran hukum yang memang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” ucapnya, Jumat (18/8/2017).

Pun demikian, dia mengaku pasrah atas langkah USU menanggapi perkara tersebut. “Tapi kalau memang pihak rektorat mau mengajukan banding, ya kita ikuti secara hukum. Hasil keputusan ini akan melibatkan berbagai pihak juga untuk diselesaikan di luar pengadilan juga jika rektor tidak menganggap keputusan di tingkat satu ini jadi dasar yang kuat,” ucapnya.



loading...

Feeds