Tahun Depan, Tarif Cukai Rokok Kembali Naik

Ilustrasi
pixabay

Ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, KENAIKAN cukai rokok rata-rata 10,54 persen resmi berlaku awal 2017. Ini merupakan kebijakan yang diputuskan pemerintah 30 September 2016 lalu.

Nah, tahun depan pemerintah kembali berencana menaikkan tarif cukai rokok. Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Heru Pambudi menuturkan, pemerintah akan berbicara lebih dulu dengan kedua pihak.

’’Pertama, yang berkepentingan dengan industri, termasuk petani. Satu pihak lainnya yang terkait dengan kesehatan,’’ katanya di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, kemarin (18/8).

Namun, Heru belum bersedia mengungkapkan besaran kenaikan tarif cukai hasil tembakau untuk tahun depan. Dia hanya menegaskan bahwa kenaikan cukai mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun ini. Jika mempertimbangkan dua faktor tersebut, diperkirakan kenaikannya sekitar 9 persen.

’’Yang jelas sudah masuk dalam target penerimaan cukai tahun depan, tapi belum didetailkan secara teknis,’’ ujarnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Suahasil Nazara menambahkan, kenaikan tarif cukai hasil tembakau dibahas pada akhir tahun. Aturan kenaikan cukai rokok itu juga akan dituangkan dalam peraturan menteri keuangan (PMK). Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa pemerintah tetap mengkaji lebih dalam kenaikan tarif cukai rokok tersebut.

’’Struktur industrinya kan ada yang besar, menengah, dan kecil. Jadi, kami akan mengkajinya cukup dalam supaya bisa mendapatkan tingkat tarif yang pas dengan melihat kondisi industri dan target penerimaan cukai,’’ ujarnya

Dalam RAPBN 2018, pemerintah menargetkan penerimaan bea dan cukai Rp155,2 triliun. Jumlah itu naik tipis 1,3 persen jika dibandingkan dengan target dalam APBN Perubahan (APBNP) 2017. Target tersebut terdiri atas penerimaan cukai hasil tembakau Rp148,23 triliun, cukai etil alkohol Rp170 miliar, dan cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) Rp6,5 triliun.



loading...

Feeds