Awas Penipuan Lowongan Kerja Online, Si Ahmad Sudah Jadi Korban

ilustrasi 
pixabay

ilustrasi pixabay

 

POJOKSUMUT.com, Bagi yang melamar kerja secara online agar lebih berhati-hati terhadap situs yang dikunjungi. Jangan sampai mentransfer uang, walaupun dinyatakan telah diterima.

Bila tidak berhati-hati, maka akan begini jadinya. Ahmad telah menjadi korban karena mendapat email balasan yang menyatakan dirinya diterima di PT PLN. Lantas dia dimintakan untuk mentransfer uang sebanyak belasan juta rupiah.

Kejadian itu bermula ketika dia mendaftar pekerjaan di PLN secara online. Di dalam lamaran itu disebutkan salah satu kriterianya berusia maksimal 35 tahun.

Setelah mendaftar secara online melalui e-mail, Ahmad mendapatkan balasan email, menerangkan dirinya telah diterima bekerja untuk di Badan Usaha Milik Negera (BUMN) tersebut. Tak ayal pemberitahuaan itu membuat dia merasa senang.

Telah dinyatakan diterima, Ahmad diminta sejumlah uang administrasi untuk pembelian tiket pesawat dan penginapan. Tanpa menaruh rasa curiga, pria berusia 35 tahun tersebut bergegas menuju ATM Bank Cimb Niaga di Jalan HR Soebrantas, Sabtu (19/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dia transfer sejumlah uang berdasarkan nomor rekening telah diberikan. Usai mengirim uang Ahmad diberikan oleh pelaku nomor kode booking pesawat, namun nyata kode tersebut bukanlah kode pesawat. Akibat kejadian ini Ahmad mengalami kerugian sebesar Rp 34,9 juta.

Mengetahui telah menjadi korban penipuan, laki-laki berusia 35 tahun itu, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru melaporkan periswata yang dialaminya, dengan harapan uang dapat kembali dan pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana penipuan dengan modus pendaftaran lowongan pekerjaan secara online. “Laporan dan mengaduannya sudah kita terima, pelaku masih lidik,” ujar Susanto seperti dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group) Senin (21/8).

Terhadap kasus penipuan ini Susanto meminta masyarakat agar tidak mudah percaya atas tawaran dalam bentuk apapun.

“Kita minta masyarakat waspada, jangan mudah percaya. Cek dulu kebenarannya sebelum mengambil keputusan supaya tidak menjadi korban penipuan,” harapnya.

(iil/jpg/JPC/sdf)



loading...

Feeds