Dua Film Indonesia Ikuti Ajang Toronto International Festival

Marlina si Pembunuh Empat Babak
foto : Youtube

Marlina si Pembunuh Empat Babak foto : Youtube

POJOKSUMUT.com, SINEAS tanah air kembali mencatat prestasi apik. Ini setelah masuknya dua film Indonesia dalam daftar putar di Ajang Toronto International Film Festival (TIFF) 2017 pada 7–17 September mendatang.

Kedua film tersebut adalah Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (atau Marlina the Murderer in Four Acts) buatan Mouly Surya serta The Seen and Unseen karya Kamila Andini.

Buat Marlina, ini adalah rangkaian tur yang ketiga. Sebelumnya, film yang dibintangi Marsha Timothy itu diputar di Cannes serta festival film Selandia Baru. Di TIFF, kisah perjalanan si janda Sumba itu bakal ditayangkan dalam program Contemporary World Cinema bersanding dengan 47 film lain dari 43 negara.

’’Film yang masuk program Contemporary World Cinema selalu menceritakan kisah otentik dari tempat film itu berasal. Dari situ banyak cerita baru dari seluruh belahan dunia,’’ jelas Cameron Bailey, direktur artistik TIFF, dalam pernyataan resmi. ’’Ke-48 film ini mengajak kita untuk memperluas dan memperdalam pandangan kita terhadap dunia,’’ lanjut Bailey.

Menurut Mouly, film yang seluruhnya digarap di Sumba itu tidak hanya disukai para penikmat film festival, tetapi juga moviegoers secara luas. Sebab, ada kedekatan cerita dengan masyarakat yang bisa terjadi di mana pun. ’’Cerita tentang perjuangan untuk mencari keadilan sekaligus penebusan. Sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari tanpa disadari,’’ ujar Mouly.

Belum juga berangkat ke Toronto, Marlina sudah ancang-ancang untuk melanjutkan tur internasional. Yang jelas, dia akan mengikuti festival di negara-negara Asia hingga awal tahun depan. Lalu, kapan diputar di Indonesia? Produser Marlina Fauzan Zidni berjanji bakal memutar film tersebut di tanah air. Saat ini pihaknya masih mengantre jadwal. Dia mengharapkan bisa mendapat jadwal di pengujung tahun ini.

Selain itu, Zidni berharap agar Marlina bisa diputar di luar negeri. Menurut dia, agen penjualan film internasional yang ditangani Asian Shadows, perusahaan penjualan asal Hongkong, sudah berniat mendistribusikan film Marlina ke beberapa negara. ’’Jumlah pastinya belum tahu. Kami menargetkan film Marlina bisa didistribusikan secara luas di skala internasional,’’ jelasnya.

Di sisi lain, bagi The Seen and Unseen, TIFF adalah penayangan perdana. Film yang diproduseri suami Kamila, Ifa Isfansyah, itu bakal berkompetisi dengan sebelas film lain di sesi Platform TIFF. Platform sendiri merupakan sesi kompetisi yang disebut-sebut paling prestisius.

The Seen and Unseen atau Sekala Niskala menjadi film panjang kedua Kamila yang diproduksi Treewater Productions berkolaborasi dengan Fourcolours Film. Berlatar di Bali, film melibatkan bintang-bintang lokal, misalnya Thaly Titi Kasih, Gus Sena, Ayu Laksmi, I Ketut Rina, dan Happy Salma.

Ceritanya menyoroti kisah pengalaman spiritual Tantri dan Tantra. Film tersebut sarat akan kearifan lokal, mitos, cerita rakyat, dan budaya Bali. Tantri dihadapkan dengan kenyataan bahwa dia kehilangan saudara kembarnya. Ifa menuturkan, butuh waktu sangat lama untuk melahirkan film tersebut. ’’Proses produksinya memakan waktu lima tahun dan didukung berbagai pihak,’’ tutur Ifa.

(glo/c18/na/jpg)



loading...

Feeds