Lagi! Kurir 2 Kg Sabu Jaringan Internasional Ditembak Mati

Tiga tersangka yang berhasil ditangkap hidup, satu lainnya tewas ditembak dalam kasus 2 Kg sabu.

Tiga tersangka yang berhasil ditangkap hidup, satu lainnya tewas ditembak dalam kasus 2 Kg sabu.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Polda Sumatera Utara kembali melakukan tindakan tegas dalam pengungkapan kasus narkoba. Seorang kurir narkoba, Tarmizi Yusuf alias Faisal ditembak mati karena melakukan perlawanan, Senin (21/8/2017).

Selain Tarmizi, tiga tersangka lainnya berhasil ditangkap adalah Raja Mangaliat Hutapea alias Pak Jess, Anton Sopian alias Adi dan Riki Rezeki alias Crup yang diamankan dari kawasan Sunggal.

Kasus ini hanya berselang beberapa hari dari pengungkapan sabu 1 Kg yang juga menewaskan Musli Adi (39), berasal dari Aceh dan sempat menetap juga di Sunggal.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting didampingi Dirres Narkoba Polda Sumut KBP Hendrik Marpaung, Selasa (22/8/2017) di RS Bhayangkara, menjelaskan para tersangka terbukti memiliki sabu seberat 2000 gram (2 kg) dalam operasi “Antik Toba” 2017.

Rina Sari mengungkapkan tindakan tegas menembak mati salah seorang tersangka sebagai komitmen Polda Sumut untuk memberantas kasus narkoba, khususnya bandar terkait jaringan internasional yang berusaha melawan petugas atau berusaha melarikan diri.

Dirres Narkoba Polda Sumut KBP Hendrik Marpaung menjelaskan pengungkapan kasus ini melalui undercover buy.

“Para tersangka ditangkap pada hari Senin tanggal 21 Agustus 2017 di wilayah Sunggal Medan,” tegasnya.

“Barang bukti ini berasal dari Malaysia yang masuk melalui Aceh yang nantinya akan didistribusikan oleh para tersangka ke Aceh, Medan dan Palembang,” ujarnya.

Dari hasil penangkapan tersebut disita barang bukti berupa dua (Dua) bungkus teh Cina warna kuning berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 2 Kg, enam buah HP serta 1 (satu) buah mobil Pajero Sport warna hitam.

“Mereka dikenakan pasal 114 ayat (2) Subs. Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengqn hukuman Pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atau pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” bebernya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds

Nias Barat Diguncang Gempa

Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 20.17 WIB dengan berkekuatan 4,2 Skala …