PPI Murni Teguh Memorial Hospital Edukasi Kebersihan Tangan ke Pasien dan Keluarga

Para Duta Kebersihan Tangan Mruni Teguh Memorial Hospital memberikan praktek mencuci tangan yang baik dan benar kepada pasien di Ruang Tunggu Poliklinik dan Radiotherapi, Selasa (22/8/2017).
foto : nin/pojoksumut

Para Duta Kebersihan Tangan Mruni Teguh Memorial Hospital memberikan praktek mencuci tangan yang baik dan benar kepada pasien di Ruang Tunggu Poliklinik dan Radiotherapi, Selasa (22/8/2017). foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Jangan anggap remeh kebiasaan mencuci tangan. Sebab, banyak penyakit berasal dari virus yang menempel di tangan. Inilah yang terus diedukasi Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Murni Teguh Memorial Hospital kepada keluarga dan pasien yang ada di rumah sakit tersebut.

Kali ini, PPI memberikan edukasi di Ruang Tunggu Poliklinik dan Radiotherapi, Selasa (22/8/2017). Para pasien dan keluarga yang berada di lokasi tidak hanya diberikan teori namun juga langsung praktek mencuci tangan yang baik dengan tajuk edukasi ‘Kebersihan Tangan dan Etika Batuk dan Bersin.

Public Relation Manager Murni Teguh Memorial Hospital, Lina Siahaan menjelaskan menjaga kesehatan salah satu kunci kesehatan tubuh, mulai dari hal-hal kecil seperti membersihkan kamar tidur, kamar mandi, mandi dua kali sehari, mengenakan pakaian bersih hingga yang paling sepele yaitu mencuci tangan.

“Kegiatan cuci tangan sering dianggap kegiatan sepele yang tidak penting, padahal cuci tangan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tangan kita merupakan pusat kuman penyakit, mulai saat bersalaman, memegang pintu kamar kecil, menyentuh benda mengandung kuman, habis dari buang air kecil atau buang air besar, menyentuh benda yang dipegang banyak orang seperti uang, dan lainnya,” jelasnya usai kegiatan edukasi.

Dalam lingkungan rumah sakit, lanjutnya, penting sekali keluarga dan pasien mengetahui manfaat cuci tangan. Dia menyebutkan, keluarga pasien haruslah mencuci tangan sebelum bertemu pasien dengan cairan yang sudah disediakan di rumah sakit, atau memilih ke kamar mandi. Hal yang sama begitu keluar dari rumah sakit.

Termasuk juga ketiga terkena cairan pasien, misalnya air seni, ingus, dan sejenisnya. “Agar virus yang ada di rumah sakit tidak dibawa ke rumah. Dan, pasienpun bisa aman dari virus yang kemungkinan berasal dari luat ada di tangan keluarga yang berkunjung,” tegasnya.

Hal yang sama dengan penggunaan masker, jika keluarga pasien merasa kurang sehat sebaiknya gunakan masker saat menjenguk pasien. Karena kondisi tubuh yang tidak stamina akan mudah terkontaminasi. “Pengunaan masker paling lama empat jam, langsung dibuang. Jangan dipakai lagi,” lanjutnya.

Pihaknya juga memberi contoh bagaimana jika seseorang sedang batuk. “Gunakan tisue lalu buang, gunakan masker dan ingat menggantinya dan jika tidak membawa keduanya, gunakan lengan baju bagian dalam dan jangan lupa cuci tangan. Virus jangan dibagi-bagi ke orang sekitar,” ungkapnya.

Lina menjelaskan, manfaat kebersihan tangan antara lain, mengurangi risiko sakit perut, mencegah infeksi mata, infeksi saluran pernafasan dan berbagai penyakit lainnya.



loading...

Feeds

3.457 Mahasiswa USU Diwisuda

"Dari 3.457 orang lulusan USU tersebut ini terdiri dari 1.248 orang pria (36,10%) dan 2.209 orang wanita (63,90%)," sebut Runtung.