BPPOM dan Dinas Perdagangan Medan Belum Temukan Garam Bercampur Kaca

Garam
foto : pixabay

Garam foto : pixabay

 
POJOKSUMUT.com, MEDAN-Balai Besar Pengawasan Obat & Makanan (BBPOM) dan Dinas Perdagangan Kota Medan hingga kini belum ada menemukan garam bercampur kaca.

 

 

Hal ini terkait kabar garam bercampur butiran serpihan kaca yang sempat heboh dan viral di media sosial baru-baru ini.

 

“Sampai saat ini, kami belum ada menemukan beredarnya garam bercampur kaca tersebut. Meski begitu, kita terus menulusuri keberadaannya,” ungkap Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento Tarigan, Rabu (23/8/2017).

 

 

Kata dia, dalam penelusuran pihaknya sudah mengambil sampling dari sejumlah pasar tradisional, baik di Kota Medan maupun di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Sampling-sampling garam yang diambil itu, selanjutnya diteliti di laboratorium namun hasilnya negatif.

 

 

“Dari semua sampling garam yang kita cek secara loboratoris, tidak ada satupun produk garam yang mengandung kaca,” cetus Sacramento.

 

 

Dia berkesimpulan, untuk sementara ini kabar garam bercampur kaca itu merupakan kabar palsu alias hoax. Begitupun, ia menyarankan kepada masyarakat untuk tetap teliti sebagai konsumen, dengan selalu memperhatikan betul label garam sebelum membeli dan memakainya.

 

 
“Kesimpulannya garam bercampur kaca itu hoax, dan itu sudah dinyatakan oleh BPOM secara nasional. Tapi kalau memang ada masyarakat yang menemukannya, silahkan segera lapor ke BPOM atau hubungi 1500-533,” terangnya.

 

 

Hal senada disampaikan Dinas Perdagangan Kota Medan. Dimana, sudah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Medan. Namun tidak ditemukan garam bercampur kaca namun dipasaran justru yang banyak beredar garam impor.

 

 

“Kita tidak temukan garam bercampur kaca, pedagang pun tidak pernah ada menemukan seperti yang diisukan itu,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, Armansyah Lubis.

 

 

Ia menuturkan, meskipun tidak ditemukan garam bercampur kaca pihaknya beserta tim akan terus memantau dan mengawasi. Hal ini guna mengantisipasi agar garam yang tidak sehat tersebut beredar di kota Medan.

 

 

“Kita mendapat instruksi dari kementrian perdagangan yang mengirimnya lewat pesan singkat di WhatsApp, agar daerah terus mengawasi garam bercampur kaca,” tukasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …