Tim Cyber Minta Klarifikasi Pemilik Akun Parlin Sinurat, Diduga Penistaan Via Medsos

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, PENGGUNAAN media sosial yang berujung pada penghinaan membuat resah warga Bintan, Kepulauan Riau.

Ini terkait postingan akun facebook dan twiter dengan nama parlindsinurat. Pemilik akun diketahui sebagai manajer salah satu perusahaan asal Singapura di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam yang juga aktivis buruh di Bintan.

Dia membuat postingan bertuliskan almangotot 51.

Kades Teluksasah Erdis Suhendri membenarkan, ada keresahan masyarakat terhadap postingan itu. Karena itu, dia memanggil pemilik akun bernama Parlindungan Sinurat untuk mempertanyakan kebenaran postingan tersebut dengan mengundang Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Saudara Parlin membenarkan jika itu adalah akunnya, tapi tidak ada maksud untuk menghina,” katanya seperti dilansir BatamPos (Jawa Pos Group).

Sementara itu, Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir mengatakan, belum ada laporan kepolisian terkait persoalan dugaan penistaan agama. Hanya, ia mengaku babhinkamtibmas dan babinsa di desa sudah menemui yang bersangkutan.

“Belum tahu apakah ada tujuannya ke sana atau belum,” katanya.

Namun demikian pihaknya tetap mengantisipasi agar tidak terjadi keributan di masyarakat. Pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Lobam. “Harapan kami masyarakat jangan cepat percaya,” tukasnya.

Sebelum dihapus komentar Parlin sempat di screen shoot sehingga diketahui oleh pengguna medsos. F. Facebook.

Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto mengatakan, tim cyber Polres Bintan menjadwalkan menemui pemilik akun tersebut untuk meminta klarifikasi, Rabu (23/8/2017) hari ini. “Bagaimana hasil klarifikasinya apakah nanti masuk pidana atau UU ITE, tergantung besok (hari ini),” tukasnya.

Sementara itu, Pemilik akun Parlindungan Sinurat mengaku itu akunnya dan tulisan almangotot51 adalah benar. “Benar itu akun saya, tapi saya ingin mengklarifikasi bahwa itu bukan kicauan status twitter saya melainkan komentar saya di salah satu komentar netizen,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, tidak bermaksud melecehkan agama manapun. Namun, itu ditujukan ke netizen lainnya. Namun, komentar itu sudah discreenshot sebelum dihapusnya. Ia menduga screenshot tadi diedit dan dibuat seolah kicauannya.

“Melalui akun, saya juga sudah meminta maaf kepada seluruh netizen agar tidak menyinggung pihak manapun,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini muncul akun parlindsinurat yang merupakan akun palsu. Pemilik akun itu membuat suasana semakin panas di tweeter. “Mudah-mudahan netizen tak terprovokasi akun yang menyerupai milik saya. Saya juga minta maaf jika ada salah tafsir kepada netizen karena saya tidak bermaksud melecehkan agama,” tukasnya. (cr21/jpg/nin)



loading...

Feeds

Nias Barat Diguncang Gempa

Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 20.17 WIB dengan berkekuatan 4,2 Skala …