Parah! Brigadir Bayu Dipukul, Diinjak Kasat Sabhara Hingga Telinganya Berdarah

Bripda Bayu saat mendapatkan perawatan di RS Tentara ditemani ibunya.
foto : rizal siregar/metrosiantar/JPG

Bripda Bayu saat mendapatkan perawatan di RS Tentara ditemani ibunya. foto : rizal siregar/metrosiantar/JPG

AKP I juga mengusir Bayu keluar dari ruangan Wakapolres tersebut.

Minggu (3/9/2017) sore sekira pukul 17.00 WIB, Bayu mengeluh sakit di bagian kepala dan muntah-muntah, sehingga Bayu pun dibawa orangtuanya opname ke RS Tentara.

“Aku lari ke arah pos penjagaan, mau ambil sapu. Disuruh bang SS supaya cepat langsung membersihkan RTP, tapi bapak itu langsung memukuli kepala dan badan ku berulang kali bahkan pinggang dan kepala ku juga dipijak-pijaknya,” kata Bayu.

Menurut Bayu, penganiayaan terhadap dirinya bahkan disaksikan oleh rekan sekaligus beberapa seniornya.

Kasus ini pun memantik reaksi ibu kandung Bripda Bayu Nugraha, Afrida. Dia menegaskan tidak terima dengan tindakan arogan ditunjukkan AKP I yang telah menganiaya putranya.

Menurut Afrida, penganiayaan itu diketahuinya setelah Wanda anaknya pulang ke rumah, menunjukkan foto kondisi Bayu babak belur dan telinga kanan mengeluarkan darah.

“Saya selaku orang tua Bayu Nugraha tidak terima dan akan melaporkan I itu ke Paminal Propam Poldasu. Bermasyarakat saja, kita tidak bisa menghakimi siapa pun,” katanya.

Selaku pimpinan, tambah Afrida, seharusnya AKP I menjadi panutan.

“Lihat lah kondisi anak ku ini harus opname gara gara dianiaya pimpinannya itu”, ucap Afrida saat ditemui di RS Tentara Pematangsiantar.

Oknum Kasat Sabhara Polres Siantar AKP I belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan penganiayaan yang dilakukannya kepada anggotanya. (cr-03/esa/metrosiantar/JPG/nin)



loading...

Feeds