Diduga Dibeli dari Dana Jamaah, Polisi Geledah Rumah Kedua Kiki Hasibuan

Bos First Travel Andika Surachman, Aniessa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan mengenakan baju tahanan saat press release di Mabes Polri, beberapa waktu lalu, foto : Fedrik Tarigan/Jawa Pos

Bos First Travel Andika Surachman, Aniessa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan mengenakan baju tahanan saat press release di Mabes Polri, beberapa waktu lalu, foto : Fedrik Tarigan/Jawa Pos

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Pihak kepolisian terus mengusut aset First Travel, termasuk menggeledah rumah kedua Kiki Hasibuan, komisaris First Travel, di Citra Pesona Residence, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, kemarin (5/9/2017)

Rumah tersebut diduga dibeli dengan uang jamaah First Travel.

Kepala Tim Penelusuran Aset Bareskrim Polri Kompol Wiranto menjelaskan, rumah kedua Kiki tersebut baru diketahui setelah adik bos First Travel Anniesa Hasibuan itu mengaku memiliki rumah lainnya.

”Dia mengaku punya rumah satu lagi di Depok,” terangnya. Dalam penggeledahan tersebut disita tiga buah koper yang berisi sejumlah barang.

Di antaranya, tas branded, pakaian, surat pemberitahuan pajak terutang, dan sejumlah pelat nomor kendaraan.

Diketahui, rumah tersebut dibeli Kiki pada 2014 lalu. Terkait taksiran harga rumah tersebut, petugas sedang menghitungnya. ”Belum, nanti kita lihat soal harganya,” paparnya.

Seorang penyidik yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan bahwa rumah tersebut juga disita karena diduga dibeli dengan menggunakan uang jamaah First Travel.

Dengan begitu, ada dua rumah Kiki Hasibuan yang telah disita. Sebelumnya, rumah di Jalan Kebagusan Dalam yang ditaksir seharga Rp 2,5 miliar telah disita. ”Rumahnya Kiki ada dua,” terangnya.

Apakah masih ada rumah yang lainnya? Dia mengatakan bahwa penyidik memiliki target sebuah rumah lagi di kawasan Depok.
Namun, belum bisa disebutkan alamatnya. ”Nanti akan sampai ke rumah satu lagi,” paparnya.

Bergulirnya kasus First Travel membuat permasalahan travel-travel lainnya bermunculan. Kemarin (5/9) puluhan jamaah melaporkan travel Kafilah Rindu Ka’bah (KRK).

Salah satu jamaah KRK Herman menuturkan, pemilik travel tersebut bernama Ali Zaenal Abidin. Dia sudah berulang kali menunda pemberangkatan. ”Janji-janji terus tapi tidak berangkat juga,” terangnya.

Sesuai hitungannya, jumlah korban diperkirakan mencapai 3 ribu orang. Yang menyetor uang dari Rp 11 juta hingga Rp22 juta.

”Jadwal berangkat dari 2015 mundur terus,” paparnya ditemui di lobi Bareskrim kemarin.



loading...

Feeds