Kemenkeu Paparkan RAPBN 2018 di Medan, Fokus Infrastruktur dan Penanggulangan Kemiskinan

Kepala Subdit Penyusunan Anggaran Belanja Negara Dit Anggaran Kemenkeu, Didik Kusnaini memberi pemaparan tentang RAPBN 2018 pada Seminar Forum Ekonom Kementerian Keuangan, di Hotel JW Marriot Medan, Rabu (6/9/2017). 
foto : fir/pojoksumut

Kepala Subdit Penyusunan Anggaran Belanja Negara Dit Anggaran Kemenkeu, Didik Kusnaini memberi pemaparan tentang RAPBN 2018 pada Seminar Forum Ekonom Kementerian Keuangan, di Hotel JW Marriot Medan, Rabu (6/9/2017). foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.con, MEDAN-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2018. Beberapa pokok kebijakan dalam RAPBN tersebut telah dirumuskan.

Kepala Sub Direktorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara Dit Anggaran Kemenkeu, Didik Kusnaini mengungkapkan, pokok kebijakan dalam RAPBN 2018 yaitu pendapatan negara yang diproyeksikan sebesar Rp1.878,4 triliun. Terutama, berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.609,4 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp267,9 triliun.

Sedangkan belanja negara direncanakan sebesar Rp2.204,4 triliun, yang meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.443,3 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp761,1 Triliun.

Untuk belanja pemerintah pusat dalam RAPBN tahun 2018, sambungnya, akan diarahkan mendukung pencapaian sasaran pembangunan.

Pertama, melalui bidang infrastruktur sebesar Rp409 triliun. Dengan sasaran pembangunan yaitu jalan baru sepanjang 856 km, jalan tol sepanjang 25 km, jembatan sepanjang 8.761 m, jalur kereta api sepanjang 639 km serta rumah susun sebanyak 7.062 unit.

“Belanja infrastruktur pada 2018 jumlahnya sekitar Rp409 triliun. Jumlah ini meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya sekira Rp360 triliun,” sebut Didik yang menjadi narasumber pada Seminar Forum Ekonom Kementerian Keuangan bertajuk ‘RAPBN 2018: Pemerataan Pembangunan Yang Berkeadilan’, di Hotel JW Marriot Medan, Rabu (6/9).

Didik melanjutkan, pencapaian sasaran pembangunan kedua lewat bidang penanggulangan kemiskinan, bantuan sosial, dan dukungan kepada masyarakat berpendapatan rendah, sebesar Rp292,8 Triliun.

Sasarannya, berupa subsidi pupuk sebanyak 9,5 juta ton, Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 10 juta rumah tangga sejahtera (RTS), Penerima Bantuan Iuran dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 92,4 juta jiwa, Bantuan pangan melalui subsidi pangan dan bantuan pangan non tunai (BPNT) 15,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan arah perluasan cakupan BPNT.

Kemudian, penyediaan bantuan Kelompok Usaha Ekonomi Produktif 106,7 ribu KK, serta bantuan uang muka dan suku bunga kredit rumah untuk kelompok berpenghasilan kecil.

“Upaya ini disinergikan juga dengan bidang-bidang lainnya, yang menjadi prioritas nasional seperti pendidikan Rp440,9 triliun dan kesehatan Rp110,2 Triliun,” paparnya.



loading...

Feeds

Nias Barat Diguncang Gempa

Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 20.17 WIB dengan berkekuatan 4,2 Skala …